Dewan Banjarmasin Sepakat Pajak Kesenian Lokal Dihapus

2 min read
2.145

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kalangan wakil rakyat di DPRD Banjarmasin sepakat jika pajak kesenian lokal yang tertuang di Perda dihapus.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Pajak Daerah Banjarmasin, Bambang Yanto Purnomo menyampaikan, wacana pemerintah kota menghapus pajak bagi kesenian yang tertuang di dalam Perda sudah sangat baik.

Apalagi, ujar Bambang sapaan akrabnya, ini juga sesuai dengan keinginan pelaku seni di kota ini. “Para pegiat seni juga menginginkan ini. Mereka telah menyampaikan aspirasi terkait pajak tersebut ke dewan,” ujarnya.

Baca Juga :   Sulit Dapatkan SK, Guru Honor Mengadu ke Ombudsman Kalsel

Pada rapat pembahasan revisi Perda pajak tersebut, kata Bambang, di draf awal sudah tergambar adanya wacana penghapusan pajak kesenian lokal menjadi nol persen. Diantaranya, pagelaran tari, musik, kontes kecantikan dan busana yang bersifat lokal.

“Sebelumnya, di Perda pajaknya 10 persen. Ini nantinya akan dihapus jadi nol persen,” ujar Bambang.

Revisi Perda ini, lanjutnya, merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pegiat seni di Kota Banjarmasin. “In syaa Allah, penghapusan pajak ini semua akan setuju,” katanya.

Baca Juga :   Borneo Muda Dukung Penuh Ibukota Negara yang Baru

Sementara untuk pajak hiburan, politikus Demokrat ini masih belum dapat memastikan. “Itu akan didiskusikan kembali pada pembahasan berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin Subhan Nur Yaumil membenarkan penghapusan pajak bagi pergelaran kesenian, seperti musik, tari, peragaan busana dan kontes kecantikan secara lokal.

“Ini untuk mendukung perkembangan kesenian daerah. Kalau skala nasional tetap pajaknya 10 persen dan internasional itu 15 persen,” katanya.

Baca Juga :   Vaksinasi Kedua, Warga Kembali Berkerumun, Dewan Nilai Ini Tidak Siap

Terkait pajak hiburan malam, Subhan mengakui akan mengakomodir aspirasi para pengusaha. Awalnya pajak dipungut hingga 40 persen, kemungkinan akan diajukan revisi menjadi sekitar 25 persen saja.

“Revisi ini sudah ada pertimbangan matang, bukan berarti mengurangi pajak ini akan rugi, kita tujuannya untuk kemudahan investasi,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *