Dewan Inginkan Banjarmasin Bersih dari Polusi dan Limbah Cair

62

KabarKalimantan, Banjarmasin – Wakil Rakyat di DPRD Banjarmasin melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) dan sharing ke Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat. Tujuan kali ini, untuk menggali informasi terkait pencegahan pencemaran udara dan pengelolaan limbah cair. Jum’at (13/4/2018).

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Suprayogi mengungkapkan, pertumbuhan kendaraan bermotor di Banjarmasin cukup pesat. Tentu saja dampak dari kendaraan bermotor ini akan memicu timbulnya polusi udara.

“Seperti di kawasan Pelabuhan Trisakti, sudah terasa sumpek. Hampir kurang lebih 24 jam, mobil truk dan kendaraan lainnya melakukan aktivitas. Ini salah satu yang menimbulkan polusi udara di Banjarmasin,” ucapnya kepada Kabar Kalimantan.

Mengali informasi terkait pencegahan dan pencemaran udara dan limbah cair, Anggota DPRD Banjarmasin mendengarkan paparan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Pria yang akrab disapa Yogi ini berharap, informasi yang didapat dari kunker nantinya dapat segera di implementasikan ke Banjarmasin. Pastinya untuk penanggulangan dan pencegahan pencemaran udara yang dinilai sudah harus segera dilakukan.

Baca Juga :   Sah, Abdul Gafar Resmi Gantikan Andi Effendi

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Banjarmasin Matnor Ali usai melaksanakan kunker tersebut mengungkapkan, selain polusi udara, pertumbuhan wisata kuliner di Kota Seribu Sungai ini cukup berkembang. Tentu saja usaha rumah makan merupakan salah satu sumber penghasil limbah cair dan lemak yang potensial.

Matnor menilai, jika limbah cair dan lemak tersebut tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan memberi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. “Limbah cair seperti sisa minyak dan lemak ini harus dikelola, jangan sampai dibuang sembarangan. Seperti ke sungai, ini sangat tidak di anjurkan,” tegasnya.

Dengan adaya fenomena tesebut, menurut Matnor, Pemkot Banjarmasin perlu melakukan pencegahan dan penanggulangan limbah dengan menggunakan teknologi pengolahan yang tepat.

“Seperti di Jakarta Pusat. Pemerintah mereka melakukan pembinaan, pengolahan dan pengumpulan limbah cair dengan baik. Karena dibina, maka masyarakat tidak ada yang membuang limbah sembarang,” ucapnya.

Baca Juga :   Gaji guru Honorer di Banjarmasin Naik Hampir 100 Persen

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, pengolahan dan pengumpulan limbah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Banjarmasin hanya terfokus kepada limbah organik saja. Sedangkan limbah cair selama ini dinilai belum dikelola secara maksimal.

“Kita hanya mengelola limbah organik saja, sedangkan pengolahan limbah cair dan lemak belum ada. Ini salah satu yang akan diadopsi di Banjarmasin,” tutupnya.

SMARA AQDIMUL AZMI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here