Sel. Mei 26th, 2020

Dewan Minta Bangunan Baru di Terminal Sentra Antasari Dibongkar

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – DPRD Banjarmasin meminta pemerintah setempat membongkar bangunan baru yang berada di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, dan kembali difungsikan untuk fasilitas umum.

Pasalnya, bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum itu, diduga bukan difungsikan sebagai halte penumpang. Namun, malah dijadikan sebagi bangunan komersil berupa kios pedagang.

“Setelah kami tinjau ke lapangan, ternyata pembangunan kios di halte ini tidak ada dasar hukumnya, kalau bisa segera dibongkar,” ucap Ketua DPRD Banjarmasin sementara, Harry Wijaya, Selasa (17/9/2019).

Namun, Harry juga menginginkan, pemkot setempat mengambil kebijakan yang nantinya tidak memberatkan bagi pedagang yang telah menempati kios di atas halte tersebut.

“Jika itu dibongkar, maka sebaiknya pedagang dicarikan tempat lain, agar mereka bisa kembali berjualan dan mendapatkan rezeki untuk kehidupan sehari harinya,” harap Harry.

Baca Juga :   Bapemperda DPRD Banjarmasin Bahas Dua Raperda

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menilai ini merupakan penyimpangan penggunaan APBD. Menurutnya, anggaran itu seharusnya untuk pemeliharaan fasilitas umum, berupa halte penumpang di lokasi Pasar Sentra Antasari.

Selain itu, lanjut Matnor, pembangunan tersebut juga bukan merupakan kewenangan Dishub, tapi merupakan ranah Dinas Perdagangan Banjarmasin. “Kalau alih fungsi itu harus ada persetujuan walikota dan DPRD setempat. Sopir pun banyak mengeluh terkait bangunan itu,” ungkap Matnor.

Sementara itu, salah satu sopir angkot, Aril mengaku sangat terganggu dengan adanya bangunan kios di atas halte Pasar Sentra Antasari. “Kalau bisa, itu dikembalikan ke semula, jadi tempat tunggu penumpang,” harapnya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.