Dewan Nilai Sistem Finger Print ASN Pemkot Banjarmasin Tidak Efektif

144

BANJARMASIN, KK – Kewajiban hadir bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Banjarmasin dengan sistem Finger Print (sidik jari) dinilai Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Rusmali tidak efektif, Kamis (9/2/2017).

Menurut Iwan Rusmali, persoalan disiplin ASN yang bekerja di lingkungan Pemkot Banjarmasin saat ini masih jauh dari nilai disiplin. Walaupun pemkot sendiri sudah menerapkan sistem daftar hadir dengan finger print.

“Semestinya kepala unit di setiap instansi memberikan doktrin kepada bawahannya tentang kedisiplinan, dan melakukan pengawasan langsung secera ketat,” katanya.

Selain itu, Iwan Rusmali mengatakan, adapun bagi ASN yang melanggar aturan dan dikenakan sanksi pemotongan tunjangan. Itu semua belum juga efektif untuk meningkatkan kedisiplinan di lingkungan Pemkot Banjarmasin. “Harus ada ketegasan,” jelasnya.

Selanjutnya ia menjelaskan, seperti halnya banyak pejabat yang sering tidak berada di ruang kerjanya dengan alasan tugas luar tanpa adanya surat keterangan resmi, saat jam kerja dan ketika masyarakat menginginkan pelayanan, ASN yang berwenang tidak berada di tempat.

“Harus benar-benar lebih peduli dengan kinerja bawahannya, kalau seperti ini sudah pasti pelayanan masyarakat akan terhambat,” katanya.

Diakuinya, sistem finger print tersebut belum maksimal untuk lebih mendisplinkan ASN yang bekerja di wilayah Pemkot Banjarmasin. Sebab itu kembali kepada mental ASN itu sendiri.

“Walaupun sistem finger print tidak begitu efektif, maka harus ada kesadaran diri dari ASN itu sendiri,” ujar dia.

ASN di lingkungan Pemkot Banjarmasin sendiri diwajibkan untuk mengisi daftar hadir tiga kali, yakni pada pukul 08.00 Wita saat masuk kerja, siang hari pukul 12.00 Wita saat istirahat dan 16.00 Wita saat pulang kerja. mar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here