Di Banjarmasin, Minol Hanya akan Dapat Beredar di Hotel Bintang 4 dan 5

954

KabarKalimantan, Banjarmasin – Penjualan minuman beralkohol di Banjarmasin hanya akan dapat di diedarkan dan dijual di hotel bintang 4 dan 5. Regulasi ini wacananya akan berlaku setelah kalangan wakil rakyat di DPRD Banjarmasin merevisi Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.

“Hanya hotel bintang 4 dan 5 saja yang di berikan izin. Restoran, karaoke, pub, diskotik hotel bintang 4 ke bawah tidak diizinkan lagi menjual minol,” ujar Ketua Pansus Revisi Perda Tempat Penjualan Minol, M Yamin Rabu (19/6/2019).

Sejauh ini, ujar Yamin, ada 12 tempat yang pernah mendapatkan izin, belum pernah membayar retribusi bagi daerah dan perizinnya pun belum diperpanjang. Artinya hasil dari retribusi tempat tersebut nihil alias nol. Diharapkan ke depan setelah revisi Perda berlaku, Pemkot setempat lebih mempertajam regulasi tersebut.

“Dari data dinas, banyak pengusaha minol tidak membayar retribusi. Kalau aturan ini berlaku, dari segi pengawasan juga dapat lebih ditingkatkan. Termasuk pengawasan untuk menekan menjamurnya peredaran minol di kota ini,” beber politikus Partai Gerindra ini.

Baca Juga :   Dewan Wacanakan Naikkan Retribusi Minol

Lalu, apakah nanti akan mengundang pihak pengusaha minol terkait revisi payung hukum tersebut, pihaknya menyatakan itu tidak perlu. “Kalau ingin menekan peredaran minol, revisi ini harus segera diketuk. Bagi pengusaha yang tidak taat akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhaq menyatakan, beberapa tempat seperti karaoke, pub, diskotik dan hotel bintang 4 ke bawah, memang nantinya tidak diperkenankan menjual minol. Ini sesuai dengan revisi Perda yang tengah digodok di DPRD Banjarmasin.

“Terkait izinnya nanti itu menjadi satu dengan hotel. Jadi tidak diperkenankan lagi karaoke, pub, maupun diskotik yang tak memilki hotel untuk berjualan minol,” ungkapnya.

Selain pembatasan tempat, rencananya lanjut Ikhsan, juga ada kenaikan nilai retribusi tempat penjualan minol di Banjarmasin. “Perda yang sekarang kisarannya Rp150-350 juta per dua tahun. Bisa jadi saat revisi nanti, nilainya naik,” katanya.

Baca Juga :   Pemkot Banjarmasin Diminta Tertibkan Gepeng Musiman

Namun, tambahnya, penarikan retribusi itu bukan dalam rangka peningkatan PAD, tapi dalam konteks pembatasan. Apalagi, sesuai fakta di lapangan, banyak ditemukan tempat penjualan minol yang tidak berizin.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here