Jum. Feb 28th, 2020

Di Hadapan Ibnu Sina Pedagang Pasar Kasatrian Sampaikan Keluhan

2 min read

BANJARMASIN, KK – Para pedagang Pasar Kasatrian Jalan A Yani, menyampaikan langsung aspirasi mereka ke Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, terkait bangunan pasar tidak sesuai harapan, Sabtu (14/1/2017).

Seperti yang disampaikan A Zuhri Bukhari, ia bersama pedagang lain tidak memahami konsep bangunan yang bagian jalan (gang) dibangun begitu sempit serta tidak lurus.

“Kami kurang mengerti kenapa dibangun sempit pak,” ucap pedagang senior itu saat bertatap muka dengan Ibnu Sina di acara peresmian Pasar Kasatrian A Yani.

Selain permasalahan jalan yang sempit dan berkelok, ia juga menyampaikan aspirasi dari kawan-kawan pedagang lain agar jalan lebih diperbaiki lagi. Mengingat saat ini jalan hanya menggunakan semen biasa. Dikhawatirkan jika lama-kelamaan akan menjadi becek kembali. “Lantainya kalau bisa dikeramik, kami mohon dilanjutkan,” imbuhnya.

Selain itu, Ema, padagang pakaian yang kiosnya berada di gang sempit mengatakan, bahwa dari pedagang di kolaksi tersebut banyak keberatan dengan kondisi jalan itu.

Mereka kesulitan mengangkut barang dagangan yang masuk. Mereka juga sebenarnya sudah menyampaikan aspirasi ke pihak pengelola pasar agar bisa memberikan solusi terkait jalan sempit tersebut.

“Jalan saja susah, apalagi gerobak barang masuk. Banyak yang ngeluh dan gak menerima,” keluhnya.

Parahnya lagi, masalah lain juga ditemukan, seperti pembuangan air di tempat berjualan ikan yang tidak disediakan. Sehingga para penjual ikan merasa kesukilan utuk membuang air limbah sisa membersihkan ikan.

“Dulu sebelum diperbaiki di sini ada saluran air. Sekarang ditutup, jadi kalau ingin mebuang air limbah kami kerepotan,” keluh Imron, pedagang ikan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan akan mengevaluasi kembali bangunan pasar. Ia meminta agar kekurangan diperbaiki lagi.

“Kami berharap keluhan dapat dievaluasi kembali. Tapi yang jelas tolong itu diperbaiki jangan sampai menjadi hal yang tidak kita inginkan,” imbuh orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu.

Ditambahkannya, penjelasan dari Dinas Perdagangan, karena terdapat 297 kios, ditampung, lahan tidak bertambah. Dulu bangunannya mengunakan kayu, sekarang menggunakan beton otomatis akan terjadi pergeseran,” imbuh politisi PKS ini.

Pemkot, ujar Ibnu, berniat baik dalam pembangunan pasar yang pembangunannya mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesai Rp1,8 miliar .

“Niat kita ini baik, ingin membenahi pasar kita agar tidak kumuh dan becek lagi. Kemudian terkait agar dibenahi lagi sehingga bisa mewujudkan pasar bersih,” urainya.

Selain itu, ia berharap para pedagang bisa memelihara kebersihan lingkungan pasar, agar tidak kembali seperti pasar Kasatrian yang dulu terkenal dengan kekumuhannya. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.