Dialog Nasional IKN, Paman Birin Sampaikan Keunggulan Kalsel

1484

KabarKalimantan, Banjarbaru – Tahapan pemindahan ibu kota negara terus berlangsung. Kali ini Kementerian PPN/Bappenas menggelar Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan untuk Indonesia yang mengangkat tema “Menuju Ibu Kota Masa Depan, Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable” di Novotel Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/7/2019).

Berdasarkan hasil Rapat Terbatas Kabinet pada 29 April 2019, Presiden RI memberi arahan untuk memilih alternatif ketiga dalam penentuan IKN , yaitu ke luar Pulau Jawa dan harus berada di tengah NKRI untuk memudahkan akses dari seluruh provinsi serta harus dapat mendorong pemerataan antara kawasan barat dan kawasan timur Indonesia.

Dialog yang dilaksanakan untuk mendapatkan masukan terkait kesiapan Kalimantan Selatan menjadi salah satu calon lokasi IKN, selain Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, dilihat dari perspektif lingkungan hidup serta perspektif sosial dan budaya.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy S Prawiradinata mengatakan, pemindahan ibu kota sudah pasti akan di Kalimantan. Di mana pun ibu kota baru akan dibangun, dampaknya ke seluruh Kalimantan akan signifikan.

Baca Juga :   PWI Kalsel Gelar Lomba Foto Ramadhan, Hadiahnya Capai Rp36 Juta

“Ini adalah seri Dialog Ibu Kota Negara untuk tiga lokasi di Kalimantan. Setelah dari sini, kami akan ke Palangkaraya dan Balikpapan,” kata Rudy.

Ia menuturkan, ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia-sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia. Itulah mengapa Kalimantan menjadi pilihan, selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana.

“Pemindahan ibu kota negara akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, juga mendorong perdagangan antar wilayah Indonesia,” ucap Rudy.

Ia menjelaskan, kriteria penentuan lokasi yang digunakan adalah mulai dari lokasi strategis yang secara geografis berada di tengah wilayah Indonesia, tersedianya lahan luas milik pemerintah/BUMN Perkebunan untuk mengurangi biaya investasi, lahan harus bebas bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut, Tersedia sumber daya air cukup dan bebas pencemaran lingkungan, dekat dengan kota existing yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur.

“Hingga saat ini, Kementerian PPN/Bappenas masih dalam proses merampungkan kajian untuk menentukan lokasi pasti pemindahan IKN. Presiden RI Joko Widodo akan mengumumkan lokasi terpilih,” kata Rudy.

Baca Juga :   Paman Birin Hadiri Halal Bi Halal Pakuwojo

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor yang hadir dalam dualog tersebut mengatakan, Kalimantan Selatan adalah salah satu alternatif dari ibu kota negara yang berada di posisi sentral.

“Kalimantan Selatan juga berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di sekitar Selat Makassar. Lebih luar biasa lagi, kita bebas dari gempa bumi dan gunung berapi,” kata Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Ia menuturkan, secara infrastruktur dan daya dukung untuk ibu kota baru, Kalimantan Selatan mempunyai lima bandara, yakni Bandara Syamsudin Noor, Bandara, Warukin, Bandara Bersujud, Bandara Gusti Syamsir Alam, dan Bandara Mekar Putih.

Sedangkan untuk wilayah yang bisa dijadikan pelabuhan samudra, yaitu Pelabuhan Samudera Batulicin, Pelabuhan Nasional Trisakti, Pelabuhan Stagen, dan Pelabuhan Internasional Mekar Putih.

“Kesiapan infrastruktur lainnya adalah trase kereta api dan jalan bebas hambatan. Kita berharap ada konektivitas perkeretaapian di Kalimantan,” ucap Paman Birin.

Selain itu, Paman Birin juga menyampaikan keunggulan Kalsel lainnya yaitu, berada tepat di tengah wilayah Indonesia, berada dalam cakupan pelayanan jalan nasional, 70 persen wilayah deliniasi tergolong ke dalam kerawanan rendah terhadap bencana banjir, dan secara historis tidak pernah terjadi konflik sosial.

Baca Juga :   Gubernur dan Kapolda Pantau Harga Sembako di Pasar Sentra Antasari

Paman Birin berharap, dengan adanya dialog ini bisa memenuhi kriteria-kriteria yang menjafi standar penilaian dan acuan dari para pengambil kebijakan di pemerintah pusat.

“Yang jelas kita berupaya semaksimal mungkin menyiapkan yang menjadi kebutuhan sebuah Ibu Kota Negara, namun semuanya tetap kita serahkan kepada Presiden untuk mengambil kebijakannya,” katanya.

Selain itu, terkait lahan yang disiapkan. Paman Birin menuturkan sudah ada lahan sebesar 300 ribu hektare di dua titik, yang masih belum bisa ia sebutkan dimana dua titik lokasi tersebut karrna masih dalam penilaian dan proses dari beberapa daerah.

“Saya yakin Kalimantan Selatan menjadi Ibu Kota Negara karena kita memiliki masyarakat yang ramah, mudah berkomunikasi, terbuka, danbtidak ada konflik sara yang membuat perpecahan,” pungkasnya.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here