Dianggarkan Rp79 Miliar, Gedung Unit Tiga RS Sultan Suriansyah Ditarget Selesai 2019

954

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pembangunan RS Sultan Suriansyah dilanjutkan tahun ini. Akan tetapi tak lagi bersifat multiyears, seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, usulan Pemkot Banjarmasin untuk memperbaharui MoU multiyear di 2018 lalu ditolak DPRD Banjarmasin.

Alasanya, selain multiyear yang sebelumnya dilakukan  tak mempunyai payung hukum. Juga untuk penyesuaian kemampuan daerah. Pemkot dan dewan akhirnya sepakat  anggaran pembangunan RS milik Pemkot itu dicicil di 2019 – 2020.

Selain itu, anggaran pembangunan RS yang tersisa Rp180 miliar pun akhirnya dikurangi menjadi Rp126 miliar. Seiring pemangkasan jumlah lantai untuk gedung unit 3 yang rencana awalnya dibangun 10 menjadi 5.

Nah, di  2019 ini Pemkot tampaknya tak ingin lagi pembangunan RS Sultan Suriansyah seperti tahun sebelum. Pembangunan stagnan cukup terjadi pada 2017, dan kejar-kejaran waktu di injury time cukup terjadi di 2018.

Anggaran untuk kelanjutan pembangunan RS milik Pemkot Banjarmasin 2019 ini tak kepalang tanggung. Dari total pagu anggaran Dinas PUPR Rp273 miliar, Rp79 miliarnya diperuntukan guna lanjutan pembangunan RS yang terletak di RK Ilir tersebut.

Jika dibanding dengan 2018 lalu, anggaran tersebut cukup jauh berbeda. Mengingat di 2018 pagu anggaran untuk RS hanya Rp33 miliar, dengan pagu Manajemen Konstruksi (MK)  Rp 941 juta.

Pemkot juga mempersiapkan dari sisi SDM. Arifin Noor ditarik dari Pemprov Kalsel. Dia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Pemprov dilantik Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, pada 25 Januari lalu.

Menduduki jabatan Kepala Dinas PUPR Banjarmasin yang sebelumnya ditinggal Gusti Ridwan Sofyani pensiun. Tentunya Pemkot berharap banyak, kehadiran Arifin bisa memberikan angin segar untuk percepat pembangunan RS yang dilakukan sejak 2015 itu.

Selain pernah menjabat Kepala Dinas Perkim Provinsi, Arifin rupanya juga memiliki segudang pengalaman di bidang pembangunan infrastruktur. Arifin pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Tabalong.

Lantas apakah strategi Pemkot ini akan sesuai keinginan? Arifin tentunya tak ingin Pemkot kecewa padanya. “Target kami September bisa operasional. Sebagai kado hari jadi,” ucapnya usai ekspose program kerja di balai kota, Senin (4/2/2019).

Dia menjelaskan, lanjutan pembangunan yang dilakukan terhadap gedung unit 3 nantinya berfungsi sebagai perkantoran, juga ruang rawat inap. Fasilitas penunjang lain seperti lift yang tak bisa dibangun di 2018 lalu juga akan dilakukan.

Kemudian, jalur penghubung antara unit 1, 2, dan 3 juga segera dilengkapi. Sebab, jika rel penghubung itu tak dibuat, maka operasional RS yang digadang-gadang terealisasi 2019 akan menjadi sulit.

Arifin melanjutkan, dari Rp79 miliar tersebut tidak melulu diperuntukan bagi pembangunan fisik semata. Tetapi juga termasuk biaya MK sebesar Rp1,4 miliar. “Karena tidak multiyear semoga bisa selesai dalam 1 tahun,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   121 Pejabat Eselon III dan IV Pemkot Banjarmasin Dimutasi Besok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here