Didatangi Anggota DPR, Ini Sikap Kontraktor Jembatan Ambruk

448

KabarKalimantan, Marabahan– Direktur Utama PT Citra Bakumpai Abadi, Rusman Aji, menyatakan siap mengganti segala kerusakan jembatan beton senilai Rp 17.444.198.000 yang ambruk pada Kamis, 17 Agustus lalu.

“Terlepas siapa yang salah, saya siap bertanggung jawab. Secara moral, saya akan bangun lagi jembatan baru,” kata Rusman Aji kepada KabarKalimantan di sela inspeksi Komisi V DPR ke lokasi jembatan ambruk, Jumat (25/8/2017).

Jembatan beton sepanjang 100 meter ini menghubungkan Desa Tanipah – Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.

Rusman mengklaim konstruksi jembatan sudah sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Ia pun menjamin tidak mencuri konstruksi bangunan. Itu sebabnya, Rusman kesulitan menduga apa pemicu teknis runtuhnya tiang penopang jembatan.

“Saya yakin sudah sesuai spesifikasi karena selama pelaksanaan, pengawasannya ketat. Saya nunggu hasil investigasi Balai saja. Terlepas siapa yang salah, secara moral saya siap bertanggung jawab bangun lagi jembatan,” kata Rusman Aji.

Menurut Rusman, pemeliharaan konstruksi jembatan sejatinya sudah lewat, sejak jembatan diserahterimakan pada Februari 2016. Tapi, ia mengakui ada tanggung jawab selama 10 tahun terhitung sejak proyek itu rampung digarap.

Seraya menunggu hasil investigasi Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI, Rusman berjanji segera membangun jembatan darurat agar aktivitas warga lebih optimal. Sebab, kata dia, kapal ferry penyeberangan kurang efektif karena tidak beroperasi ketika malam hari.

“Mungkin ferry hanya satu bulan saja, saya mau bangun jembatan darurat. Bahannya dari kayu, dalam waktu dekat dibangun,” kata suami dari Hj. Laela itu.

Anggota Komisi Infrastruktur DPR RI, Abdul Latief Hanafiah, mengatakan pemerintah daerah harus memastikan aktivitas warga tidak terganggu akibat runtuhnya badan jembatan. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalsel, itu berharap pemda mempercepat pembangunan jembatan darurat seraya menunggu hasil investigasi BBPJN XI.

Abdul fokus penanganan pasca jembatan runtuh. “Saya ingin aktivitas warga tidak terganggung, maka kami menyarankan segera membangun jembatan darurat. Semoga pemda memperhatikan masukan kami,” ujar Abdul Latief, sambil menambahkan investigasi mesti mengacu UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Diananta Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here