Diperiksa Bawaslu, Syaifullah Tamliha Tenang

2631

KabarKalimantan, Banjarmasin – Tak ada alasan bagi Syaifullah Tamliha untuk gentar. Sebab, ia memang tak bersalah, jadi tak ada alasan pula untuk takut akan mendapat hukuman. Dirinya pun  dengan tenang memenuhi panggilan Bawaslu Kalsel pada Ahad (12/5/2019) siang.

Sanksi yang mengancam calon anggota DPR RI petahana dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini memang berat. Ia bisa saja batal duduk lagi di Senayan jika apa yang dituduhkan terbukti benar.

Dari keterangan Kasubag Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalsel Doddy Yulihartanto, Sayifullah dilaporkan atas dugaan pelanggaran pemilu. Ada alat bukti yang menyatakan Syaifullah telah melakukan praktik politik uang saat masa tenang.

Menurut Doddy, laporan tersebut masih dalam tahap pengkajian. Keterangan Syaifullah pun masih perlu dikaitkan dengan bukti-bukti dalam laporan. “Kita mungkin akan melakukan pembahasan kedua nanti,” ucapnya.

Baca Juga :   Danu : Lahan Pertanian Desa Jejangkit Mengandung Racun

Doddy menjelaskan, apabila pada pembahasan lanjutan itu unsur pelanggaran tidak terpenuhi, laporan bisa saja ditutup. Sebaliknya, proses pun berlanjut jika unsur tersebut terpenuhi.

Meski demikian, tak ada ekspresi panik yang ditunjukkan Syaifullah Tamliha usai memenuhi panggilan Bawaslu Kalsel. Syaifullah dengan santai melangkahkan kaki saat keluar dari ruang pemeriksaan. Ia bahkan dengan tenang dan tanpa ragu menjawab pertanyaan wartawan yang menyambutnya.

“Saya baru saja diperiksa oleh Bawaslu untuk dimintakan klarifikasi terhadap laporan Nasrullah AR,” katanya.

Tidak ada kawan yang abadi dalam politik. Nasrullah AR sesungguhnya satu partai dengan Syaifullah. Mereka bersaing dalam daerah pemilihan (Dapil) yang sama. Syaifullah yakin pelapor adalah Nasrullah, sebab menurutnya nama tersebut yang tertera dalam laporan.

“Satu partai lah, kalau teman kan berbeda,” ucapnya menegaskan.

Atas laporan yang dituduhkan, Syaifullah dengan lancar mengungkapkan pandangannya. Ia mengaku tidak pernah melakukan kampanye di daerah yang tertera dalam laporan.

Baca Juga :   Hari Listrik, DPRD Kalsel Minta Krisis Setrum Berakhir

“Saya nyatakan, saya tidak pernah berkampanye selama di Hulu Sungai Tengah. Saya hanya fokus kampanye di Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong. Kemudian di Kabupaten Banjar dan Batola sebagian,” ujarnya.

Syaifullah boleh yakin tidak bersalah. Sebab menurutnya, saat kejadian seperti dalam laporan, dirinya sudah bertolak ke Jakarta. Belum lagi menurutnya, dirinya tidak memiliki tim sukses khusus. Sehingga dakwaan jika ada yang membagi uang dengan mengatasnamakan dirinya bisa ditepis.

“Tidak ada tim sukses. Tidak mungkin ada yang bagi-bagi duit,” katanya.

Meski dilaporkan kolega satu partai, Syaifullah mengaku belum terpikir melaporkan balik karena nama baiknya tercoreng atas kejadian ini.  “Saya kan partai Islam, masa kelakuan saya sih memfitnah orang, melaporkan orang,” ucapnya.

Syaifullah malah mengatakan, PPP tentu akan melakukan rapat DPP. Jika ini merusak citra partai, yang melaporkan bisa saja dipecat. “Ada anggaran rumahtangganya,” ujarnya.

Baca Juga :   Mengatasi Masalah Zonasi, Pemprov Kalsel Siap Menambah Sekolah

Reporter : M Ali Nafiah Noor 
Redaktur : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here