Jum. Jun 5th, 2020

Diperiksa Jaksa, Ini Respons Bekas Gubernur Kalsel

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Bekas Gubernur Kalsel dua periode, H Rudy Ariffin, mendatangi panggilan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Selasa (15/8/2017). Rudy Ariffin datang untuk menjelaskan duduk persoalan terkait proses penerbitan Pergub Perjalanan Dinas Tahun 2015 karena ada dugaan kesalahan dalam penerbitannya.

Ia diperiksa dalam kapasitas penerbitan Pergub Kalsel yang menjadi dasar perjalanan dinas anggota DPRD di tahun anggaran 2015.

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan baru menjadwalkan pemanggilan Rudy Ariffin pada 15 Agustus 2017. Rudy tiba menumpang Avanza bernomor polisi DA 1351 NK.

Rudy datang ke Kejati Kalsel pukul 10.00 Wita dan sempat istirahat makan siang. Ia kembali lagi ke Kejati pukul 13.30 Wita. Rudy baru keluar ruang pemeriksaan pukul 16.30 Wita.

Selepas diperiksa, H Rudy Arifin mengatakan, “Hari ini sudah saya penuhi panggilan dari Kejati Kalsel dan insyaallah selama kepemimpinan sebagai Gubernur, Pergub tersebut sudah sesuai dengan aturan.”

Ia mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik ada beberapa proses untuk menyelesaikan dan ada 17 pertanyaan mesti dijawab.

M Syahbandi

 

Catatan: Artikel berita di atas sudah dikoreksi. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan penulisan.

4 thoughts on “Diperiksa Jaksa, Ini Respons Bekas Gubernur Kalsel

  1. Assalamu’alaikum rekan-rekan Redkal… Sedikit meluruskan isi berita. Pada alenia ketiga tertulis “Sebelumnya sudah ada panggilan terhadap Rudy Ariffin, tapi baru hari ini dia memenuhi panggilan dari pihak kejati Kalsel.”
    Untuk hal ini, perlu kami sampaikan bahwa undangan dari Kejati memang diagendakan pada Selasa, 15 Agustus hari ini tadi. Sehingga ya hari inilah beliau datang.

    Kemudian alenia ke lima “Hari ini sudah saya penuhi panggilan dari Kejati Kalsel dan saya disini sebagai saksi atas perjalanan dinas fiktif yang dilakukan DPRD 2009-2014 yang lalu.”
    Sedikit kami luruskan, statemen beliau tadi adalah, beliau dimintai keterangan terkait proses penerbitan Pergub Perjalanan Dinas Tahun 2015 karena ada dugaan kesalahan dalam penerbitannya. Dan beliau sampaikan, insyaAllah selama kepemimpinan beliau sebagai Gubernur, Pergub tersebut sudah sesuai dengan aturan. Jadi bukan sebagai saksi atas perjalanan dinas fiktif.

    Demikian rekan-rekan… Terima kasih banyak rekan-rekan RedKal… Semoga berkenan. Salam..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.