Kam. Apr 2nd, 2020

Dipukul, Ustad Sugianor Batola Laporkan Kades ke Polda Kalsel

3 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ustad Sugianor Fajar melaporkan Kepala Desa Lok Buntar, Kabupaten Banjar, Kusairi atas dugaan pemukulan, pencemaran nama baik, dan perusakan sepeda motor. Sugianor dan koleganya, Rahmansyah, mendatangi Direktorat Reskrimum Polda Kalimantan Selatan pada Selasa petang (17/10/2017).

“Saya ingin polisi mengusut tuntas kasus pemukulan, pencemaran nama baik, dan perusakan sepeda motor. Saya hanya melaporkan Kusairi saja, kades lain enggak. Karena Kusairi yang menuduh dan pelaku pemukulan,” ujar Sugianor kepada petugas piket Ditreskrimum Polda Kalsel.  

Menurut dia, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, meneken surat mandat yang mengutus Sugianor mengawasi penggunaan Dana Desa lewat dakwah keagamaan di kantor desa se-Kalimantan Selatan. Sugianor menampik pengakuan Kusairi yang menuduhnya menghasut warga desa di Kecamatan Sungai Tabuk.

“Semua warga desa itu menerima saya dengan tangan terbuka. Tapi hanya Kusairi saja yang enggak suka. Padahal saya enggak pernah tanya RAP dan item proyek. Saya ceramah di balai desa mengingatkan agar aparatur desa mengayomi warganya, jangan korupsi,” ujar Sugianor.

Baca Juga :   Awas! Warga Batola Ini Bikin Resah 10 Desa di Sungai Tabuk

Adapun Rahmansyah mengaku dipukul oleh Kusairi dibagian kepala ketika hendak beringsut meninggalkan kantor Kecamatan Sungai Tabuk, Selasa siang (17/10/2017). Camat Sungai Tabuk, Kapolsek Sungai Tabuk, dan sebagian kades di Sungai Tabuk, memang menyidangkan kedua orang warga Barito Kuala itu pada Selasa hari ini.

“Saat saya mau pulang, Kusairi dan temannya memukul kepala saya. Sepeda motor Ustad Sugianor juga dirusak. Motornya masih di kantor kecamatan,” kata Ramhansyah.

Polisi segera memeriksa pelapor dan empat orang saksi yang tahu kejadian itu. Polisi pun membuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kusairi, sebelumnya mengatakan pelaku Sugianor menelisik penggunaan Dana Desa seraya mengadu domba warga. Menurut Kusairi, pelaku Sugianor awalnya menyodorkan niat baik dengan maksud mengawal penggunaan Dana Desa ke kepala desa.

Baca Juga :   Gubernur Sahbirin Minta Kades Tak Korupsi Dana Desa

Belakangan, kata Kusairi, pelaku Sugianor malah mencari-cari kesalahan oknum kepala desa dengan menggali informasi ke lawan politik kades. Bahkan, Sugianor sempat mengumpulkan dan mewawancarai warga yang kontra terhadap kepala desa untuk mencari kesalahan si kades. Sugianor pun mengancam melaporkan kades ke aparat hukum.

“Pelaku datang dan meminta data pembangunan di desa kami. Namun kami enggak memberikannya dan dia malahan mengancam akan melaporkan kami, karena dianggapnya proyek di desa kami bermasalah. Yang namanya lawan politik, jangankan penggunaan dana, kita pakai celana warna beda disalahkan. Akhirnya, terjadinya intrik di desa, masyarakat bentrok, dan suasana desa tidak kondusif,” kata Kusairi.

Lantaran resah atas keluakuan Sugianor, para kepala desa, camat, dan Kepala Polsek Sungai Tabuk, menggelar rapat koordinasi di kantor Kecamatan Sungai Tabuk.

Melihat si pelaku nongol, aparat desa pun langsung menghadapkan Sugianor ke Kapolsek Sungai Tabuk, Ajun Komisaris Siti Rohayati. Alhasil, AKP Siti mengomeli Sugianor yang tampil bak seorang kiai.

Baca Juga :   Penghijauan, Ribuan Pohon Ditanam di Jejangkit

“Bagaimana mereka (kades) merasa hatinya tersakiti dengan keberadaan sampean, bukan menjadi lebih enak, lebih tenang dalam bekerja. Tapi justru malah kebalikannya. Kalau berkaitan anggaran, itu bukan hak sampaean. Hanya menasehati saja, tidak perlu mengorek-ngorek anggaran. Cara pian datang ini menjadi bumerang bagi pembakal,” ujar AKP Siti Rohayati.

Mendengar ceramah AKP Siti, pelaku Sugianor cuma manggut-manggut sambil gusar menggerakkan kedua kaki dan tangannya. “Tadi sudah dijemput keluarganya untuk pulang,” Kusairi menambahkan.


DIANANTA PUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.