Direndam Air, Siswa SDN Karang Mekar 9 Sebut Kelasnya “VIP”

Arbainah mengajar saat kelas 5a SDN Karang Mekar 9 direndam air

KabarKalimantan, Banjarmasin – “Ini kelas VIP,” guyon salah seorang murid di kelas 5a SDN Karang Mekar 9 Banjarmasin. Entah hanya bercanda, atau menyindir kondisi ruang belajarnya yang selalu banjir saat musim penghujan tiba. Perkataannya itu lantas disambut tawa murid yang lain.

Malang bagi 20 siswa di kelas 5a, SDN Karang Mekar 9, Komplek Amanda Permai, Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin Timur itu. Nasib kelasnya paling parah terendam air. Mereka terpaksa belajar dengan kaki telanjang, tak peduli nanti bisa diserang kutu air.

Kendati harus basah-basahan, aktifitas belajar mengajar di kelas itu tak terhenti. Arbainah, guru Bahasa Inggris masuk usai pergantian jam pelajaran. Sepatunya tak dilepas, maklum karena sudah terlanjur basah.

Terendamnya beberapa kelas di SDN Karang Mekar 9 memang kisah klasik. Kejadian ini bersambung di setiap tahun saat musim penghujan melanda Banjarmasin, dibarengi kondisi air pasang.

“Bangunan ini memang rendah. Bangunan 75 (didirikan tahun 1975). Kalau banjir seperti ini setiap tahun terjadi,” ujar Kepala Sekolah SDN Karang Mekar 9 Banjarmasin, Siti Nur Hasanah, Senin (14/1/2019)

Dia mengungkapkan, meski ada beberapa ruang yang sudah direnovasi dengan ditinggikan pada 2011, masih ada ruang yang kerap terendam air. Kelas 5a, 4a, 4b, ruang guru, dan sanggar selalu jadi langganan banjir.

Kondisi ini diakui tak hanya mengganggu proses belajar mengajar. Akibat kejadian itu, sarana belajar menjadi cepat rusak. Seperti kursi, meja, lemari, di sekolah itu diakuinya mudah lapuk. “Dulu sampai pernah pakaian siswa di kantor terendam air,” ucapnya.

Sekolah itu memang berada di tengah kota, posisinya terhimpit bangunan besar. Salah satunya Hotel Banjarmasin Indonesia (HBI). Sekolah itu berada di belakangnya. Buruknya sistem drainase di lingkungan sekolah juga diakui Nur Hasanah.

Kondisi itu diperparah dengan makin kurangnya resapan air akibat pembangunan di wilayah tersebut. “Dekat sini juga ada Sungai Guring. Katanya sungai itu tidak terlalu berfungsi dengan baik,” katanya.

Pemkot banjarmasin, melalui Dinas Pendidikan sudah mencoba mengatasi permasalah SDN Karang Mekar 9. Dianggarkan Rp 357 juta, ada empat sekolah yang mendapat bantuan, Kelayan Tengah 2, Pangeran 2, dan Pemurus Dalam 8, termasuk Karang Mekar 9.

Anggaran itu digunakan untuk peninggian halaman. Termasuk SDN Karang Mekar 9 yang saat ini halaman sekolah itu sudah dipasang paving blok. “Sudah diupayakan halamannya ditinggikan. Tapi mau bagaimana lagi kondisi alam, “ucap Kabid Pengembangan SD, Disdik Banjarmasin, Nuryadi, saat dikonfirmasi.

Nuryadi tak mau Disdik sepenuhnya disalahkan dengan kondisi yang terjadi di beberapa SDN yang menjadi langganan banjir. Karang Mekar 9 salah satunya. Menurutnya, perlu keterlibatan instansi lain untuk mengatasi masalah ini.

“Yang berhubungan dengan drainase kan siapa? Pembuangan air yang penting. Peninggian halaman hanya sementara. Tapi kalau pembuangannya tidak dibenahi tidak bisa juga,” imbuhnya.

Nuryadi mengakui, yang menjadi langganan banjir adalah sekolah di wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan. Menurut catatannya, tidak hanya SDN Karang Mekar 9, dia menyebut SDN Kelayan Selatan 5, Pekapuran raya 2, Pemurus Luar 5 juga sering terendam air.

Lantas apa yang akan dilakukan Disdik untuk mengatasi permasalahan di beberapa sekolah tersebut? Nuryadi mengaku sudah memasukan nama-nama sekolah itu ke daftar penerima bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sekolah ini sudah dilaporkan semua. Kemungkinan di 2020 baru bisa mendapat bantuan. Menunggu DAK, sudah diusulkan ke kementerian,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   2019, Pemkot Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik di Dua Pasar Tradisional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here