Disdik Bakal Beri Kebijakan Bagi Siswa Berprestasi yang Tercecer di PPDB Online

1130
Aris (menelpon), dan Raihan berserta ibunya sedang duduk di depan ruang Kepsek SMPN 2 Mulawarman

KabarKalimantan, Banjarmasin – Aris kecewa, anaknya Raihan tidak bisa mendaftar di SMPN 2 Mulawarman, saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dimulai, Senin (1/7/2019).

Raihan tidak bisa diterima lantaran asal sekolahnya, SDN Surgi Mufti 5 berada di Kecamatan Banjarmasin Utara. Sedang SMPN 2 Mulawarman berada di Banjarmasin Tengah.

“Saya sangat kecewa anak saya tidak bisa masuk, padahal guru SD Raihan dulu menyarankan untuk mendaftar di sini,” keluh Aris.

Alasan mengapa Raihan direkomendasikan masuk SMPN 2 Mulawarman, karena dia merupakan siswa berprestasi. Nilai ujian Raihan terbaik di kelasnya. “Rangking 1. Nilainya 216, rata-rata 8,” jelasnya.

Aris sempat menghadap pihak sekolah, untuk meminta kebijaksanaan agar anaknya tetap bisa diterima. Akan tetapi upaya itu kandas. Pihak sekolah tidak bisa memberikan pengecualian. “Sudah menghadap Kepsek, tetap tidak bisa juga,” imbuhnya.

Lantas mengapa Raihan tidak didaftarkan melalui jalur prestasi yang sebelumnya dibuka lebih awal? Aris mengatakan, waktu pembagian ijazah terlalu mepet dengan pendaftaran saat itu. Sehingga dia tidak sempat mendaftarkan anaknya di jalur prestasi.

“Ijazahnya dibagi sehari sebelum jalur prestasi di buka. Jadi tidak sempat menyiapkan berkas-berkas kelengkapan lainnya,” imbuhnya.

Selain itu, Aris berasumsi jarak domisili mereka bisa membantu untuk pendaftaran. Sebab, dia bertempat tinggal di Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah.

“Kalau begini kami jadi bingung mau daftar dimana, paling kembali ke utara lagi. Atau daftar di swasta saja,” keluhnya lagi.

Dikonfirmasi, Kepala SMPN 2 Mulawarman, Satoli, membenarkan masih adanya wali murid yang kurang paham terkait teknis PPDB online 2019 ini. Bahkan, sebelum penerimaan dibuka sudah ada beberapa yang datang untuk bertanya ke sekolah.

“Banyak yang tidak paham, mengira masih menggunakan zona domisili. Sekarang jarak sekolah juga dihitung. Ini yang banyak membuat mereka terkejut,” ujarnya.

Selain itu, Satoli mengaku juga masih ada beberapa wali murid yang ngotot agar anaknya bisa masuk. Karena mereka menggap nilai tinggi bisa penentu untuk masuk di sekolah yang dikehendaki. “Padahal tidak lagi,” ujar Satoli.

Satoli melanjutkan, untuk jumlah kuota di SMPN 2 Mulawarman berjumlah, 8 rombongan belajar (Rombel) dengan daya tampung 220 siswa.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, menyayangkan dengan apa yang terjadi terhadap Raihan.

Padahal andai Raihan didaftarkan melalui jalur prestasi yang mana pendaftarannya dilaksanakan oleh Disdik pada 10-15 Juni lalu, tentu masalah itu tidak mungkin terjadi. “Waduh, sayang sekali. Kok bisa tidak didaftarkan lewat jalur prestasi,” ucapnya.

Kendati demikian, Totok mencoba menangkan bagi siswa berprestasi yang tercecer seperti yang dialami Raihan.

Totok mengatakan, pihaknya akan membuat kebijakan untuk mencari solusi terkait hal itu. “Nanti akan kami bijaki masih ada waktu setelah pendaftaran,” imbuhnya.

Lagipula, lanjut Totok, untuk kuota jalur prestasi masih ada beberapa sekolah yang kekurangan. “Jalur prestasi yang kurang SMPN 6, 3, bahkan 9 juga kurang. Yang banyak itu kemari SMPN 1, 2 dan 7,” bebernya.

Itulah alasannya mengapa penambahan kuota prestasi dari 5 menjadi 15 persen tidak dilakukan di Banjarmasin. “Itu kan di pusat. Kami tidak merubah. Juga walaupun itu dilakukan harus merubah peraturan walikota (Perwali) lagi, waktunya mepet banget,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Pentas Gabungan Teater Pelajar Banjarmasin

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here