Sel. Mar 31st, 2020

Dishub: Keluhan Sopir Taksi Kuning Mengada-ada

2 min read

Kadishub Banjarmasin, Ichwan Noor Khaliq. Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin Ichwan Noor Chalik merasa keanehan dengan tingkah para sopir angkot alias taksi kuning yang baru-baru ini memprotes keberadaan taksi online.

Dia mengatakan, jika pendapat para sopir taksi kuning yang mengatakan jika penghasilan mereka menurun akibat diserobot taksi online meng ada-ada. Dia berasumsi jika persoalan itu tidak ada hubunganya sama sekali.

“Saya bingung, pangsa pasar antara taksi kuning dan taksi online itu beda. Kalau dikatakan menurun karena taksi online saya kira tidak masuk akal. Karena memang tidak ada kaitannya. Beda yang protes taksi konvensional,” cetusnya di Balai Kota Banjarmasin, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, turunnya penghasilan sopir taksi kuning memang dari awal. dikarenakan kondisi taksi yang sudah tidak nyaman lagi untuk penumpang. Bahkan dia membeberakan, dari semua taksi kuning yang ada sebagian besar tidak lulus uji KIR.

Baca Juga :   Razia di Lingkar Selatan, Dishub Temukan Bahan Peledak

“Kalau sepi sebelum ada online juga sebelumnya memenag sepi. Karena kondisi angkot sudah tidak layak dan kondisinya tidak memungknkan lagi. Dari 33 trayek tinggal 13 trayek. Kondisinya memang menurun sejak awal,” katanya.

Dia juga bingung dengan tudingan sopir taksi kuning yang mengatakan, jika taksi online yang berani mengambil penumpang di kawasan terminal. Sebab, kata Ichwan taksi online tersebut dipesan melalui gawai. Aratinya, penumpang itu memang ingin menggunakan jasa taksi online.

“Ada yang ngomong kalau taksi online ngetem di kawasan terminal. Taksi online itu ga ngetem. Kalau ngetem di terminal pasti kita tangkap. Taksi online kan berdasrkan panggilan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan persoalan taksi online yang beroperasi sebelum Peraturan Gubernur (Pergub) keluar sebenarnya bukan urusan taksi kuning. “Soal protes taksi online operasi sebelum Pergub apa urusanya. Dia beroperasi sebelum ada pergub atau sudah ada apa urusanya dengan sopir taksi kuning,” katanya.

Baca Juga :   Target Meleset, Parkir Online Terancam Gagal di Banjarmasin

Sebenarnya, ujar mantan Kasat Pol PP ini persoalan peremajaan taksi kuning di Banjarmasin sudah beberapa kali dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin. Hanya saja ditengah jalan selalu mengalami kebuntuan. Sebab, meremajakan sebuah mobil perlu uang yang banyak.

“Angkot ini sudah beberapa kali dilakukan peremajaan. Tapi selalu mentok ketika disodorkan ke mereka (sopir), karena harga mobil lebih dari 100 juta. Akhirnya batal, mereka ga sanggup,” ucapnya.

Kemudian, Dishub juga pernah mengusulkan untuk membantu peremajaan taksi kuning melalui dana daerah. Akan tetapi keinginan tersebut gagal karena memang anggaran yang terlampau besar.

“Kami pernah mencoba dengan sistem badan alyaann umum daerah (BLUD) dengan bantuan pemerintah, tapi ternya kata Bappeda tidak bisa karena 10 buah saja sudah 1 miliar lebih. Ga mungkin,” imbuhnya.

M SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.