Ming. Jan 24th, 2021

Diskusi Publik Membangun Wilayah Indonesia

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI menggelar diskusi publik menjaring ide dan praktik, baik pembangunan yang sesuai dengan karakteristik wilayah Indonesia Tengah dan kearifan Iokalnya.

Diskusi yang dilaksanakan dalam serangkaian kegiatan Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2018 ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Australia molalui Knowledge Sector Initiative (KSI).

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas Rudy S Prawiradinata mengatakan, kesenjangan antar daerah merupakan salah satu tantangan pembangunan terbesar di Indonesia. Walaupun pertumbuhan berkelanjutan telah menghasilkan pengurangan kemiskinan yang signifikan, manfaat ini belum dirasakan secara merata.

”Kami percaya bahwa banyak sekali gagasan yang inovatif dan juga membangun untuk mengatasi masalah disparitas di Indonesia. Untuk itu, diskusi ini akan sangat berguna untuk memasilitasi dialog serta diskusi antara pengambil kebijakan, pemangku kepentingan Iain dan para pendukung kebijakan,” ucap Rudy di Hotel Golden Tulip, Rabu (30/5).

Acara puncak IDF tahun ini akan digelar pada 10-11 Juli mendatang dan mengangkat tema ”Terobosan untuk Mengatasi Kesenjangan Disparitas Pembangunan Regional di Seluruh Wilayah Nusantara”.

IDF 2018 akan mengupas berbagai isu-isu utama dan tantangan dalam upaya menanggulangi kesenjangan pembangunan ekonomi dan manusia di berbagai wilayah Indonesia. Hasilnya akan menjadi rekomendasi rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dengan tema utama tersebut, diskusi yang diadakan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi ini membahas tiga topik utama, yaitu Pengembangan Pusat Penumbuhan, Tantangan dan Praktik Baik, Penguatan Konektivitas Indonesia sebagai Negara Kepulauan dan Inovasi dalam Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Daerah.

”Tujuannya untuk menjaring ide dan mengetahul Iebih jauh praktik baik yang ada di wilayah Kalimantan dan Sulawesi untuk mengatasi kesenjangan yang ada di Indonesia,” ujarnya

Dalam diskusi publik ini, para peserta mempraktikkan pendekatan inspire, imagine, innovate dan initiate yang merupakan konsep inovatif yang ditawarkan oleh IDF untuk menyoroti praktik baik guna menemukan gagasan baru dalam mengatasi kesenjangan antar daerah.

Lebih lanjut, pendekatan ini juga akan mengidentifikasi inovasi yang muncuI di daerah untuk dapat berkontribusi mengurangi kesenjangan antar wilayah.

SYAHRI RAMADHAN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.