Dit Krimsus Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 16 Ribu Pengharum Pakaian Ilegal

655

KabarKalimantan, Banjarmasin – Jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Kalsel berhasil mengamankan 16 ribu botol pelicin dan pengharum pakaian ilegal merek Mawar di Komplek Pelita Kuranji Blok C Nomor 11 RT 32, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Selain itu, pemilik usahanya berhasil pula diringkus oleh jajaran dikediamannya di Kompelk Pelita Kuranji, Kota Banjarbaru. Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Rizal Irawan, pelaku yakni Hendrayani selaligus pemilik CV Mawar Cipta Mandiri yang memproduksi pengharum tanpa izin edar tersebut.

“Sementara itu, untuk pelaku sendiri dalam menjalankan usahanya ini, ternyata baru satu bulan yang mana harga satu botol pengharum baju ukuran 1 liter dijualnya seharga Rp 20 ribu,” sambung Rizal saat jumpa pers di halaman Ditkrimsus, Komplek Bina Brata KM 4,5, Kamis (22/3/2018).

Namun, petugas terus mendalami dan menyelidiki terhadap pelaku. “Tertangkapnya Hendrayani, berawal dari laporan warga sekitar, dengan gerak cepatnya petugas langsung mendatangi lokasi serta mengamankan sebuah rumah yang beralamat di Jalan Sei Salak, Komplek Pelita Kuranji, Kota Banjarbaru,” ungkap Kombes Rizal.

Baca Juga :   Operasi Ketupat Intan 2019, Polda Kalsel Kerahkan 725 Personil

Lanjutnya, saat dilakukan introgasi terhadap pelaku. Ia mengakui, bahwa untuk bahan baku kimia pembuatan pengharum pakaian itu dipesan dari Kota Surabaya, yang kemudian diramunya menjadi pengharum, namun tanpa dilengkapi izin edar.

Adapun barang bukti yang disita terdiri atas 16 ribu buah botol pengharum ukuran 1 liter, 48 buah jerigen kosong ukuran 5 liter, 168 buah jerigen kosong ukuran 1 liter, 2 buah bahan pewangi sebanyak 25 liter, satu set timbangan, dan 2 dus kosong botol 250 mililiter.

Kemudian, 2 dus tutup botol, 2 dus tutup botol spray, 20 kantung plug jerigen ukuran 1 liter, 2 buah pompa sedot manual, 2 buah 5 liter metanol, 1 kantong plastik label merek Mawar Super Laundry, 2 kantong bahan pelicin pakaian, dan 1 buah mesin pengaduk mixer obat pengharum pakaian.

Atas perbuatan pelaku, maka akan disangkakan melanggar Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 Ayat 1 huruf A UU RI No 8/1999 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

Baca Juga :   Komisi III DPR RI Datangi Polda Kalsel, Kenapa?

Terakhir, Rizal menghimbau kepada pengusaha loundry untuk menggunakan bahan produk yang jelas izinnya terutama dari Kemenkes. RI dan masyarakat yang mau meloundry, jangan lupa untuk menanyakan produknya. Apakah berizin atau tidak.
SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here