Dituntut Lima Tahunan Kurungan, Iwan dan Andi Bacakan Pembelaan

210

KabarKalimantan, Banjarmasin – Iwan Rusmali dan Andi Effendi nampaknya keberatan atas tuntutan jaksa yang menghukum mereka selama lima tahun kurungan.

Maka dari itu, kedua terdakwa membacakan nota pembelaan pribadi atau pledoi yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Banjarmasin, Selasa (10/4/2018).

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sihar Hamonangan Purba serta disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Ali Fikri mendengarkan pembelaan dari kedua terdakwa.

Penasehat Hukum Andi Effendi melalui Zainal Aqli SH dalam kesempatan itu membacakan pledoi mengatakan, dalam kasus suap penyertaan modal PDAM Bandarmasih, Andi selaku terdakwa telah meakui menerima uang sebesar Rp 95 juta dari Muslih melalui Trensis. Kemudian, Andi secara pribadi pun menuturkan dalam nota pembelaan di hadapan ketua majelis hakim.

“Sungguh berat dalam beban moril dianggap sebagai pelaku utama. Sebab, Predikt ini secara langsung maupun tak langsung bisa berdampak tak baik bagi saya maupun keluarga kecil saya,” ungkap Andi sambil meneteskan air mata.

Baca Juga :   Pembatasan Tugas Pers di DPRD Banjarmasin Memicu Kecurigaan

“Selain itu, saya pun tak pernah menjanjikan Raperda menjadi Perda kepada rekan anggota DPRD apalagi mengiming-imingi uang untuk mempelancar Raperda. Untuk itu, saya memohon kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan hukuman seadil-adilnya,” ulas Andi.

Hal serupa pun diungkapkan pula oleh Mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukannya itu.

“Sebelum perkara ini diputuskan. Saya tidak pernah mengerakkan serta mearahkan kepada anggota DPRD melakukan hal tersebut. Namun, hal itu sesuai mekanisme. Saya meminta kepada majelis hakim untuk dihukum seadil-adilnya sebagaimana perbuatan yang dilakukan,” tegas Iwan dalam pembacaan nota pembelaan.

Selanjutnya, ketua majelis hakim memutuskan akan melanjutkan persidangan pada 24 April mendatang dengan agenda putusan hakim atau vonis.

Sebelumnya, untuk kedua terdakwa yakni Iwan dan Andi dituntut 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta serta subsider enam bulan kurungan.

Baca Juga :   Begini Kronologis KPK Tangkap Bupati HST

Bahkan, untuk Andi, selain menjalani masa tahanan serta denda. Dia juga harus membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp25 juta. Karena tak mengembalikan uang suap lalu. Dan apabila dia tak membayar UP tersebut dalam waktu 1 bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Kemudian, untuk harta benda Andi dapat disita oleh jaksa dan di lelang untuk menutupi UP tersebut. Jika harta bendanya tak mencukupi, maka dia dijatuhi penjara selama 6 bulan.
SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here