Menu

Mode Gelap

Hukrim · 19 Nov 2021 00:53 WIB ·

DJBC Kalbagsel Musnahkan Jutaan Batang Rokok dan Miras Ilegal


 DJBC Kalbagsel Musnahkan Jutaan Batang Rokok dan Miras Ilegal Perbesar

KabarKalimantan, Banjarmasin – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) memusnahkan jutaan batang rokok dan minuman keras (miras) ilegal hasil sitaan, Kamis (18/11/2021).

Kepala Kanwil DJBC Kalbagsel Ronny Rosfyandi mengatakan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil giat yang dijalankan pihaknya dalam triwulan keempat tahun 2020 sampai triwulan kedua tahun 2021.

Pemusnahan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal tersebut dilakukan di dua lokasi terpisah.

Untuk rokok ilegal hasil sitaan tersebut sebagiannya dimusnahkan dengan cara dibakar. Sedangkan barang bukti berupa miras ilegal, pemusnahannya dilakukan dengan cara dipecahkan menggunakan palu.

Baca Juga :   Polda Kalsel Musnahkan Narkotika Pesanan dari Lapas

Sebagian besar, kedua jenis barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan Stump kemudian ditimbun dengan tanah di TPA Banjarbakula.

“Selama giat gempur rokok dan miras ilegal ini kita telah melakukan 37 penindakan,” ucapnya pada awak media usai pemusnahan barang bukti tersebut, Kamis (18/11) pagi.

Dipaparkannya, jenis barang bukti yang disita untuk jenis rokok adalah 39 merek, diantaranya GLX Bild, Ness, Blackberry, CS, MS Bold, Mall Bold, GP 46, Supra Bold, Cahaya Agung Bold, dan Diva.

Kemudian jenis miras ilegal, DJBC Kalbagsel memusnahkan miras dengan enam merek, diantaranya adalah Red Label, Singleton, dan Black Label.

“Barang ini melanggar undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai. Modus yang digunakan adalah tidak dilekati pita cukai dan dilekati pita cukai palsu,” paparnya.

Baca Juga :   Warga Temukan Mayat Marbot Tanpa Kepala di Tempat Ibadah

Sementara itu, Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC Kalbagsel, Rahmady Effendi menjelaskan, seluruh barang ilegal yang disita pihaknya tersebut beredar di wilayah kerja Bea Cukai Kalbagsel.

Ia merincikan, jumlah rokok ilegal yang dimusnahkan ini sebanyak1.080720 batang dan 37 botol miras ilegal. Dengan total nilai Rp 1.131.634.400. “Potensi kerugian negara akibat barang ilegal ini sebesar Rp 495.341.600,” paparnya.

Kendati demikian, ia menilai peredaran barang ilegal di wilayah kerja pihaknya saat ini sudah menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :   7 Juni, Operasi Ketupat Intan 2018 Dimulai

Pasalnya, berdasar hasil survei cukai rokok ilegal yang dilakukan P2EB UGM, terdapat penurunan persentase rokok ilegal di tahun 2020 sekitar 4,86%. Dimana bahwa jumlah tersebut turun dibanding dengan tahun 2018 dengan sebanyak 7,04%.

Hal itu menunjukkan bahwa upaya Kanwil DJBC Kalbagsel di bawah pimpinan Rony Rosfyandi berhasil menekan angka peredaran rokok ilegal di diwilayahnya. “Kita lihat, pangsa pasar rokok ilegal ini adalah masyarakat kalangan bawah yang asal bisa ngepul walaupun dengan harga murah,” ujarnya.

Kemudian ia juga membeberkan bahwa barang ilegal ini seluruhnya berasal dari luar Kalimantan, rata-rata perusahaannya ada di Pulau Jawa yang diselundupkan lewat jalur laut.

Muhammad Ryan

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sebuah Ruko di Bantaran Sungai Kelayan Roboh, Tujuh Orang Nyaris Tertimbun Reruntuhan Bangunan

27 November 2021 - 13:35 WIB

Bawa Narkoba, Aliansyah Ditangkap di Depan RS Ciputra

26 November 2021 - 18:31 WIB

Seorang Sopir Kedapatan Membawa Sabu-sabu

26 November 2021 - 01:30 WIB

Tim Buser Gabungan Ringkus Tersangka Penganiaya Wakar di Simpang Anem

19 November 2021 - 22:34 WIB

Seorang Wakar Ditemukan Bersimbah Darah

19 November 2021 - 17:15 WIB

Polisi Ringkus IRT Pengedar Narkotika

17 November 2021 - 23:24 WIB

Trending di Hukrim