Rab. Okt 28th, 2020

Dosen Fisip ULM: Soal PJU-TS, Klaim Cuncung Bukan Omong Kosong

2 min read

 

KabarKalimantan, Banjarmasin – Beberapa waktu lalu, anggota DPR RI Syafruddin H Maming mengklaim keterlibatan dirinya dalam keberhasilan pembangunan 200 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Kabupaten Tanah Bumbu. Namun, ada saja pihak yang membantah hal itu.

Lantas, bantahan itu segera disanggah Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Arif Rahman Hakim (ARH). Menurutnya, klaim yang disampaikan Cuncung jelas bukan sekadar omong kosong. “Anggota DPR RI pastinya mempunyai kewajiban untuk memastikan program itu tepat sasaran,” ucapnya.

Ia menegaskan, anggota DPR RI memiliki kewajiban untuk memperjuangkan daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk memeroleh pelayanan maksimal dari pemerintah. Tentu hal ini juga dilakukan anggota Komisi VII DPR RI Syafruddin H Maming atau biasa disapa Cuncung kepada masyarakat di Tanah Bumbu. “Terlebih Cuncung merupakan putera daerah dari Bumi Bersujud,” bebernya.

Meskipun program PJU-TS ini sudah berjalan sejak 2018 silam, sambung dia, maka anggota DPR RI bersangkutan tetap memiliki peran dalam memperjuangkan titik-titik atau lokasi pemasangan. “Karena itulah etika anggota DPR RI memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah tersebut,” katanya.

Tentu saja, keberhasilan pemasangan 200 titik PJU ini merupakan bukti sahih kinerja Cuncung di DPR RI. Di Senayan, Cuncung duduk di Komisi VII DPR RI bersama tiga anggota DPR RI lain dari dapil yang sama, di antaranya Sulaiman Umar, Zairullah Azhar, dan Hasnuryadi Sulaiman HB.

Komisi VII DPR RI dengan ruang lingkup tugas di bidang energi dan riset teknologi, bersama sejumlah mitra kerja terkait telah bersinergi dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah. Salah satunya program ‘Indonesia Terang’ dengan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS).

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya, sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN. Program Pemerintah terkait PJU-TS ini menjadi terobosan dalam menciptakan ramah lingkungan, dan upaya dalam pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.

Sebagai wujud nyata agar program ini dapat dirasakan masyarakat Kalsel, Cuncung telah mengajukan pemasangan PJU-TS kepada Kementerian ESDM melalui Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di Jakarta. Dengan alokasi pengerjaan PJU-TS Wilayah Tengah I Khususnya Kalsel sebanyak 900 titik.

Cuncung telah mengusulkan sebanyak 300 titik pemasangan bagi wilayah yang belum terjangkau penerangan listrik, dengan penunjukan lokasi meliputi Banjarmasin 50 titik, Tanah Laut 50 titik dan Tanah Bumbu 200 titik.

Tenaga Ahli di Komisi VII DPR RI, Rizki Eri Munadi mengatakan Syafruddin H Maming dan 2 anggota Komisi VII dari Dapil Kalsel II bersama Kementerian ESDM sebagai mitra kerja telah berkoordinasi dalam pelaksanaan program PJU-TS atau infrastruktur lainnya dalam mendukung penerangan dan penyediaan energi di Banua.

“Dari data resume pekerjaan PJU-TS Wilayah Tengah I, Kalsel diberi alokasi 900 titik. Sekira Februari Pak Cuncung inisiasi usulan 300 titik pemasangan yang dibagi ke beberapa wilayah seperti Tanah Bumbu 200 titik, Banjarmasin 50 titik, dan Tanah Laut 50 titik. Penunjukan titik pemasangan ini hanya diinisiasi oleh Pak Cuncung, dr Sulaiman Umar, dan Bang Hasnuryadi Sulaiman,” ujarnya.

Tim Liputan Kabar Kalimantan

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.