DPRD Kalsel, Fenomena Kursi Kosong di Ujung Periode

1180

KabarKalimantan, Banjarmasin – Rapat Paripurna di Sekretariat DPRD Kalsel kian sepi. Jelang akhir masa jabatan 2014-2019, wakil rakyat tampak makin malas.

 

Seperti pada rapat paripurna Senin (1/7/2019) kemarin, lebih separuh legislator bolos. Dari 55 pemilik kursi di Rumah Banjar, hanya 24 kursi yang diduduki. Padahal, daftar hadit terisi disebutkan 34.

 

Kursi kosong seperti sudah jadi rutinitas. Meski dengan agenda penting macam pengambilan keputusan, kursi hampir tak pernah terisi penuh.

 

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel Hariyanto pun geram. Di tengah rapat paripurna, ia angkat suara.

 

Kepada pimpinan rapat, Hariyanto menyampaikan usul. Sebelum rapat dilanjutkan, legislator absen dibacakan namanya satu persatu. Sebagian setuju, sayang masih kalah jumlah dengan yang setuju agar hal ini jadi evaluasi untuk rapat selanjutnya saja.

 

“Anggota dewan yang lain juga kurang mensupport,” kata Haryanto pada wartawan usai paripurna.

Baca Juga :   Dinas ESDM Kalsel Sudah Tetapkan Batas Akhir Pembayaran Jamrek

 

Selain itu, Haryanto juga mempersoalkan kehadiran gubernur. Sementara yang hadir dalam rapat paripurna tersebut hanya wakil gubernur saja.

 

Atas kejadian yang berulang-ulang tersebut, Haryanto tetap punya harapan baik. “Mudah-mudahan diampuni,” katanya singkat.

 

Padq rapat paripurna Senin (1/7/2019) kemarin diagendakan pengambilan keputusan terhadap raperda pengelolaan usaha pertambangan minerba. Dilanjutkan penyampaian penjelasan gubernur terhadap 2 raperda tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, serta perubahan atas perda nomor 6 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha.

 

Reporter : M Ali Nafiah Noor

Editor : Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab : M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here