Sel. Des 1st, 2020

Drone, Hobi Mahal Menjalar ke Banua

2 min read

SEKARANG hobi menjelma berbagai rupa. Hobi-hobi kekinian yang tak akan kita jumpai lima tahun lalu, sekarang mulai bermunculan. Salah satunya adalah hobi memainkan drone. Hobi ini bukan sembarang hobi, sebab harga drone tidaklah murah.

Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa mempunyai hobi yang satu ini. Sekarang hobi ini ternyata juga merambah ke Kalimantan Selatan. Para pecinta drone banua biasanya bergabung dalam sebuah wadah, yaitu komunitas Drone Borneo.

Bagi anda yang masih belum mengetahui drone, ada baiknya mengetahui dulu apa itu drone. Drone adalah sebuah kendaraan udara yang mirip pesawat terbang maupun helikopter dan dikontrol tanpa awak maupun pilot. Tidak sama seperti pesawat terbang yang pilotnya ada di dalam kabin, pilot drone mengontrol di daratan melalui remote control.

Bentuknya pun bervariasi, tergantung keperluan. Namun untuk hobi, biasanya drone yang digunakan adalah drone kecil, yang bisa pula dipakai untuk mengambil gambar maupun video dari ketinggian. Efek gambar yang dihasilkanpun jelas memukau, karena lanskap yang lebih luas dan tidak biasa.

Ada hal penting tentang drone yang perlu diketahui.  Variasi drone terbagi pada dua kelompok yaitu drone militer dan drone komersial. Drone militer biasa dipakai oleh pihak militer atau badan pemerintah, sedangkan drone komersial bisa dibeli dan dipakai masyarakat umum. Drone juga biasa disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV), yang menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya.

Baru-baru ini wartawan Kabar Kalimantan berbincang-bincang dengan pegiat hobi drone dari komunitas Drone Borneo. Komunitas ini berisi para “penggila” drone dari multi latar belakang dan daerah di Kalimantan Selatan. Bahkan ada juga dari Kalimantan Tengah turut bergabung.

Komunitas Drone Borneo lahir pada September 2015, dan kebanyakan anggotanya memilki genre pengambilan video udara.  Suyanto, Ketua Komunitas Drone Borneo menceritakan, pada awalnya komunitas Drone Borneo hanya mempunyai tiga orang anggota. Ketiganya menggunakan drone untuk membuat video udara. “Semula sedikit saja anggotanya. Gak banyak,” ujarnya.

Dari tiga orang itu, ini Komunitas Drone Borneo sudah berkembang hingga memiliki 150 orang anggota yang berdiaspora dari beberapa daerah, seperti Kabupaten Balangan, Barabai, hingga Palangkaraya di Kalimantan Tengah.

Tak sekedar hobi, dari memainkan drone ternyata juga bisa menambah pundi-pundi uang. Ini diakui oleh Suyanto, sebab tak jarang mendapatkan rupiah dari hobi memainkan drone ini. Lalu bagaimana hobi drone bisa mendatangkan uang?

Mereka biasanya disewa untuk membuat video melalui udara menggunakan drone. Selain itu drone juga bisa disewakan. Tarifnya menggunakan indikator baterai. Biaya sewa drone dipatok Rp500 ribu untuk satu baterai. “Satu baterai biasanya mampu terbang selama 20 menit aktif,” terangnya.

Bukan hanya pengalaman menyenangkan yang didapat, namun ada pula kenangan yang tidak mengenakkan saat bermain drone. Pernah beberapa waktu lalu, drone yang dikendalikan malah lepas kendali karena kendala error navigation. Tak bisa dihindarkan, drone terbang tak tentu arah dan hilang. Padahal harga drone tidaklah murah. Pernah pula drone dikira bom oleh warga yang melihat dan merasa aneh.

“Ya mulai dari lepas kendali, sampai dikira bom oleh warga. Itu jadi pengalaman tersendiri bagi kami,” tutur Suyanto. bbe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.