Dua Kali Gagal Lelang, Pemkot Batal Lanjutkan Pembangunan Siring RK Ilir

1265
Siring RK Ilir di bantaran Sungai Martapura masih terputus

KabarKalimantan, Banjarmasin – Setelah sempat mengalami dua kali gagal lelang. Pemkot Banjarmasin akhirnya batal melanjutkan pembangunan siring RK Ilir.

Pembangunan lanjutan siring sepanjang 196 meter itu rencananya diambil alih oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel dibawah Kementerian Cipta Karya.

“Sudah berusaha agar pengerjaan siring minta dari APBN, dan ternyata disambut. Akhirnya balai yang mengerjakan,” ucap Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Arifin Noor, Jumat (5/7/2019).

Menurut Arifin, batalnya pembangunan siring itu bukan berarti sebuah kerugian, malah keuntungan bagi Pemkot. Sebab, anggaran Rp13,2 miliar untuk penyiringan itu bisa dialihkan guna keperluan lain.

“Jadi bisa dialihkan ke bidang lain, seperti pembangunan jalan, titian, dan PJU. Tentunya itu dilakukan dengan persetujuan dewan di perubahan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, anggaran siring RK Ilir ini memang paling besar di bidang sungai. Dari total keseluruhan anggaran yang dimiliki bidang sungai, hampir separuhnya tersedot untuk siring RK Ilir.

“Dari sekitar Rp27 miliar anggaran kami. Hampir 50 persennya untuk siring RK Ilir,” timpal Kabid Sungai Dinas PUPR Banjarmasin Hizbul Watoni.

Disinggung soal gagal lelang, Toni beralasan itu terjadi karena masih banyaknya peserta yang belum bisa melengkapi dokumen persyaratan. “Juga sola kesehatan dan keselamatan kerja (K3), ini juga jadi kendala bagi penerima jasa,” ujarnya.

Selain itu, yang menjadi kendala, penyedia jasa yang bisa bekerja di sungai juga tak terlalu banyak. Menurut Toni Ini juga menjadi salah satu kendala dalam proses lelang. “Sepengetahuan saya hanya ada lima kontraktor,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Yogi: Dewan Jangan Halangi Pembangunan RS Sultan Suriansyah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here