Dugaan Terjadi Maladministrasi, Ibnu Akan Klarifikasi ke Tim Seleksi Dirut PDAM Bandarmasih

479

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kendati hasil seleksi Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih telah ditetapkan, dan tim Panitia Seleksi (tim pansel) sudah diserahkan ke Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Akan tetapi tampaknya ada persoalan yang belum selesai dalam proses seleksi tersebut.

Pasalnya, Ombudsman RI Kalimantan Selatan telah menerima gugatan dari Edwar kepada tim pansel Dirut PDAM Bandarmasih. Edwar merupakan salah satu peserta yang digugurkan tim pansel Dirut PDAM Bandarmasih saat seleksi administrasi dengan alasan domisili yang bersangkutan tidak di Kalsel.

Ombudsman RI Kalsel menyatakan telah terjadi Maladministrasi dalam proses pengguguran tersebut. Bahakan Ombudsman RI Kalsel sudah mengeluarkan hasil akhir pemeriksaan laporan dan sudah disampaikan ke Ketua Tim Pansel PDAM Bandarmasih.

Kemudian Ombudsman RI Kalsel juga menyampaika koreksi agar tim Pansel menganulir pengguguran peserta asal Batam tersebut untuk diberikan kesempatan mengikuti proses seleksi lanjutan.

Baca Juga :   PDAM Pastikan Perbaikan Pipa Bocor Selesai Sore Ini, Dirop: Malam Sudah Operasional

Mengetahui adanya gugatan hingga berujung pada pernyataan telah terjadi Maladministrasi dari Ombudsman. Ibnu Sina tampaknya tidak merasa puas dengan hasil seleksi Dirut PDAM Bandarmasih tersebut.

Dia berniat untuk mencari tahu persoalan yang terjadi. Sebab dia tidak ingin seleksi Dirut PDAM Bandarmasih bermasalah dikemudian hari. “Itukan berarti belum selesai. Itu yang ingin kami klarifikasi ke tim sel,” ucapnya di Balai Kota Banjarmasin, Rabu (18/4/2018).

Sebelumnya dikabarkan, Ketua Mobudsman RI Kalsel, Nurholis Majid mengungkapkan, Maladministrasi terjadi sebab tim Pansel Dirut PDAM Bandarmasih mengabaikan persyaratan.

Dikatakan Norholis, dalam proses seleksi, Tim Pansel menggugurkan peserta dari luar Kalsel. Sedangkan dalam persyaratan tidak menutup peluang dari luar Kalsel.

“Lalu pelor mengatakan gugur disyarat yang mana? Karena syarat itu tidak ada. Kami lihat Perda dan Permendagri juga tidak disebutkan harus berdomisili di Kalsel,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Jumat (13/4/2018).

Baca Juga :   2017, Ada 24 Kebocoran Pipa Milik PDAM Bandarmasih

Atas dasar itu, Ombudsman RI Kalsel akhirnya mengeluarkan hasil akhir pemeriksaan laporan yang telah disampaikan ke Ketua Tim Pansel PDAM Bandarmasih. Ombudsman RI Kalsel memberikan jangka waktu 14 hari untuk Tim Pansel menindak lanjutinya.

“Jika tidak dijalankan maka akan kami sampaiakn ombudsman RI pusat akan mengeluarkan rekomendasi,” ucapnya.

Norholis melanjutkan, dalam hasil akhir pemeriksaan laporan juga disampaikan koreksi. Koreksi Ombudsman RI Kalsel meminta Tim Pansel memberikan kesempatan bagi peserta yang telah digugurkan untuk berlanjut mengikuti proses seleksi.

Walaupun sudah terlewat masih bisa. Makanya kami masukan laporan ini dalam penanganan relasi cepat. Karena bersangkutan seleksi, dimana waktunya cukup singkat,” jelasnya.

Selain itu, diungkapkan untuk pelapor Maladministrasi seleksi seleksi Dirut PDAM tersebut atas nama Edwar asal Batam. “Sebenarnya Edwar ini orang Banjarmasin juga, cuma berdomisili di Batam. Kalau lapornya kami terima 12 April,” pungkasnya.

Baca Juga :   Waspada Pencurian Meter Air! Sudah Ada 25 yang Digondol Maling

M SYAHABANI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here