Duka Gubernur dan Kapolda Kalsel atas Kebakaran di Pulau Sebuku

34

KabarKalimantan, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor turut berduka atas musibah kebakaran yang terjadi di Desa Sungai Bali, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru pada Sabtu (23/11/2019) lalu.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini usai mengunjungi lokasi kejadian mengatakan, sangat berduka atas musibah yang dialami sebagian masyatakat Kalsel yang ada di Pulau Sebuku.

“Ada kurang lebih 200 bangunan yang habis dilalap api,” kata Paman Birin saat ditemui di Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/11/2019).

Ia menuturkan, selama dirinya berada di sana banyak bantuan yang datang, ada yang dari masyarakat, perusahaan seperti PT Silo dan Jhonlin, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

“Melalui bantuan tersebut, kita tidak melihat dari besaran nilai bantuannya, akan tetapi kita melihat itu adalah bentuk kepedulian kita semua terhadap sesama,” ucap Paman Birin.

Paman Birin berharap, masyarakat mampu kembali membangun rumahnya dibantu dari kepedulian semua.

“Untuk saat ini dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan telah memberikan bantuan seperti barang dan logistik makanan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani yang mendampingi Paman Birin saat mendatangi lokasi kebakaran mengaku juga turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di sana.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya-upaya pembangunan kembali, dengan mendirikan tenda-tenda darurat dan dapur umum. “Semoga dalam waktu tidak terlalu lama lagi kegiatan di masyarakat bisa pulih kembali,” kata Yazid.

Untuk membantu para korban, ia menuturkan telah menurunkan personilnya dari Polres Kotabaru dan Polres Tanah Bumbu, untuk membantu masyarakat melakukan kegiatan sosial.

“Ada 50 personil dari Kotabaru dan 30 dari Tanah Bumbu untuk membantu masyarakat melakukan kegiatan sosial,” ucapnya.

Adapun saat ditanya penyebab terjadinya kebakaran. Yazid mengaku, hingga saat ini masih dalam tahap pendalaman dengan indikasinya karena faktor listrik.

“Kita masih melakukan pendalaman, karena rumah disana terbuat dari kayu dan sangat padat ditambah angin laut, sehingga dalam waktu yang relatif singkat bangunan dilalap api,” pungkas Yazid.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here