Eksebisi Aktor Banua dalam Drama Tanda Tanya

1601

KabarKalimantan, Banjarmasin – “Aktor-aktor yang Tersesat dalam Drama Tanda Tanya” karya Irwan Jamal dipentaskan di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, Sabtu (27/7/2019). Empat aktor Banua saling adu skill.

Adalah Hijromi Arijadi Putera dari Sanggar Budaya Banjarmasin, Bayu Bastari dari Dapur Teater Kalsel, Iyai Sanggar Anam Banua, dan Fauzi Anshari dari Sindang Langit Art yang tampil menjamu penonton. Mereka bermain di bawah naungan manajemen Sindang Langit Art.

Pentas tersebut diselenggarakan bukan untuk merayakan sesuatu. Empat aktor itu cuma ingin pentas gabungan. “Awalnya Romi yang punya usul,” kata Bayu sebelum pentas.

Bayu sendiri tertulis sebagai sutradara. Penunjukan juga cuma-cuma. Bayu adalah yang tertua dari aktor lainnya.

Jabatan Bayu juga tidak mutlak. Menurutnya, mereka sepakat agar garapan mengusung konsep teater aktor. Semua aktor bebas berekspresi selama masih dalam plot yang ada pada naskah. Bayu menuai agar kehendak naskah tetap terjaga.

Baca Juga :   Penggantungan Demang Lehman Dipentaskan di Balai Kota pada Hari Kemerdekaan

“Kami juga sempat berpikiran untuk pakai bendera apa. Apa cuma aktor independen? Akhirnya Sindang Langit Art bisa menaungi,” ucap aktor yang membintangi film Pangeran Antasari tersebut.

Soal pilihan naskah, Bayu mengaku juga tak ada yang khusus. Dari perencanaan mereka tidak ingin direpotkan dengan banyak pemain yang terlibat.

“Casting pun kami pilih masing-masing,” katanya.

Alhasil, pentas tersaji dengan renyah. Kepiawaian aktor bermain peran mengundang tawa.

“Aktor-aktor yang Tersesat dalam Drama Tanda Tanya” sendiri berkisah tentang empat aktor yang bersiap ingin pentas. Satu aktor tak kunjung datang, menimbulkan konflik antara mereka. Muncullah masalah yang rumit dan multitafsir.

Reporter : M Ali Nafiah Noor
Editor : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here