Ekspor Impor Kalsel Juli Surplus US$ 526,30 Juta

233

KabarKalimantan, Banjarbaru – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel bulan Juli 2019, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel mengalami surplus sebesar US$ 526,3 juta.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami di Kantor BPS, Senin (2/9/2019) mengatakan, perkembangan nilai ekspor Kalsel melalui pelabuhan di Kalsel pada bulan Juli 2019 mencapai angka US$ 622,84 juta. Naik sebesar 1,53 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Juni dengan angka sebesar US$ 613,45 juta.

Namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu pada bulan Juli 2018, perkembangan ekspor ini sedikit mengalami penurunan. “Kalau dilihat dari Juli tahun lalu, ini turun sebesar 30,99 persen,” kata Diah Itami

Berdasarkan kode Harmonized Syistem (HS) 2 digit, lanjut Diah, kelompok utama penyumbang komoditi ekspor terbesar Juli 2019, meliputi bahan bakar mineral sebesar US$ 572,14 juta, disusul lemak dan minyak hewani/nabati yang menyumbang ekspor sebesar US$ 34,16 juta dan produk kimia dengan nilai ekspor US$ 9,48 juta.

Baca Juga :   Ekspor Impor Kalsel Menurun

Sedangkan berdasarkan kontribusinya, kelompok bahan bakar mineral memberikan kontribusi terbesar, yaitu 91,86 persen terhadap total ekspor kalsel Juli 2019, disusul lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 5,48 persen dan produk kimia sebesar 1,52 persen.

Untuk tujuan utama ekspor Kalsel dengan nilai tertinggi masih ke Tiongkok dengan nilai sebesar US$ 237,33 juta. Kemudian disusul India dengan nilai US$ 75,76 juta dan Jepang diurutan ketiga dengan nilai sebesar US$ 72,67 juta. Dan diurutan ke empat dan kelima yaitu, Korea Selatan dengan nilai US$ 51,10 dan Malaysia dengan jumlah sebesar US$ 36,72 juta.

“Nilai ekspor Kalsel ke lima negara itu naik sebesar 4,77 persen dibandingkan pada bulan Juni 2019,” terangnya.

Sementara itu, untuk perkembangan impor Kalsel pada bulan Juli 2019 yang mencapai angka US$ 96,55 juta, menurut Diah, mengalami penurunan sebesar 14,17 persen jika dibandingkan dengan nilai impor bulan Juni 2019 yang mencapai angka US$ 112,49 juta.

Baca Juga :   Ekspor Impor Kalsel Menurun

Untuk nilai impor tertinggi Kalsel bulan Juli 2019 menurut kelompok barang, berasal dari Malaysia dengan nilai sebesar US$ 47,65 juta. Kemudian disusul dari Singapura dengan nilai impor sebesar US$ 29,13 juta dan disusul Korea Selatan dengan nilai impor sebesar US$ 9,26 juta.

“Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel pada Juli 2019 tetap menunjukkan nilai yang positif. Terbukti neraca perdagangan ini surplus sebesar US$ 526,30 juta,” terangnya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here