Fauzan Ramon Pertanyakan Jaksa Belum Eksekusi Terpidana

609

Advokat terkenal Fauzan Ramon mempertanyakan keputusan jaksa eksekutor, yang tak kunjung terdakwa pemalsuan surat yang diputus kasasi Mahkamah Agung.

Wartawan M Syahbandi

M Irfansyah alias Ifan tak kunjung berlega hati. Sempat beruntung dinyatakan bebas oleh hakimáPengadilan NegeriáMartapura karena dianggap tidak terbukti bersalah memalsukan surat pada 3 Maret 2016 lalu, ia terpenjara atas kasasi Mahkamah Agung.

Pasalnya, hakim yang memengkan di tingkat badan peradilan pertama, dibatalkan di tingkat kasasi. Ya, Mahkamah Agung (MA) membatalkan Putusan PN Martapura No. 280/80/Pid.B/2015/PN.Mtp tanggal 3 Maret 2016 lalu dengan menyatakan, Ifan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Hal itu berdasarkan petikan putusan kasasi MA RI Nomor 648 K/Pid/2016 tanggal 11 Oktober 2016, oleh majelis hakim pada MA RI yang diketuai Dr Artidjko Alkostar SH LLM bersama dua hakim anggota, Dr Sofyan Sitompul SH MH, dan Sri Wahyuni SH MH.

Dalam petikan putusan juga diperintahkanáterdakwaáuntuk ditahan, yang selama ini masih berkeliaran tidak jelas status tahanannya. Sementara dengan turunnya petikan putusan kasasi MA RI, Marie selaku korban yang dirugikan hingga belasan miliar rupiah mengharapkan ada tindaklanjut dari kejaksaan selaku jaksa eksekutor.

Kuasa hukum Marie, DR H Fauzan Ramon SH MH mengatakan, salinan petikan putusan kasasi MA RI itu sudah lama turun dan hendaknya ditindaklanjuti pihak kejaksaan. Maklum tindaklanjut yang dilakukan kejaksaan tanpa harus menunggu perintah, melainkan suatu keharusan.

Menurutnya, kalau sudah salinan petikan putusan MA RI sudah turun, ya mesti dieksekusi meski kejaksaan selaku eksekutor belum melakukan eksekusi terhadap terpidana ini. Adapun salinan petikan putusan kasasi MA RI terkait kasus yang menjerat Ifan ini sudah cukup lama turun dan terpidana tak juga dieksekusi.

Fauzan Ramon mengatakan, eksekusi merupakan suatu tindaklanjut yang harus dilaksanakan tanpa menunggu perintah. “Kalau ini tidak dilaksanakan jangan sampai kejaksaan dinilai bermain. Sebab banyak kasus-kasus yang sudah mendapat petikan putusan kasasi turun, terdakwa atau terpidananya langsung dieksekusi,” ungkapnya.

Berbeda dengan salinan petikan putusan kasasi MA RI terkait kasus yang menjerat Ifan. Sudah cukup lama MA memutuskan, namun kejaksaan bertindak. “Klien kami selaku pihak yang dirugikan berharap kejaksaan selaku eksekotor melakukan eksekusi terhadap terpidana. Kalau ia melakukan PK, itu tidak akan menghalangi eksekusi,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here