Fogging Belum Efektif, Satu Anak Meninggal Dunia

815

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dari data yang disampaikan Dinas Kesehatan Banjarmasin, jumlah warga yang terjangkit virus nyamuk Aedes Aegypti di kota ini meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan baru-baru ini, virus itu telah menelan korban jiwa.

“Ada 95 yang dinyatakan Demam Dengue (DD), sedangkan DBD ada 7 orang, satu anak perempuan meninggal,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastuti di DPRD Banjarmasin, Rabu (6/2).

Apakah dinas kurang sosialisasi sehingga ada korban? Dwi membantah. Ia mengaku, pihaknya telah gencar menyerukan bahaya virus tersebut pada masyarakat luas.

“Ibu hamil dan warga lain yang datang ke Puskesmas, juga kami sampaikan terkait bahaya virus itu,” katanya.

Dwi rupanya punya penilaian lain. Ia mengatakan, fogging sebagai upaya memberantas penyebaran virus itu dengan fogging belum maksimal.

“Memang selam ini fogging belum bisa memberantas nyamuk itu sampai tuntas,” ujarnya.

Baca Juga :   2018, DBD Sudah Menelan Satu Korban Jiwa

Lantas, langkah apa yang diambil pemerintah untuk mencegah merebaknya virus tersebut di Banjarmasin? Menurutnya, pihak Dinkes telah melakukan pantauan langsung kelapangan, mencari sumber jentik untuk dimusnahkan.

“Jadi jentik nyamuknya yang harus di berantas agar kasus ini bisa ditekan. Contohnya Negara Thailand. Mereka dapat mengantisipasi hal ini dengan memberantas jentik nyamuk tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin Mathari mengatakan, pemerintah melalui Dinkes Banjarmasin harus melakukan sosialisasi secara kontinu. Artinya tidak hanya dilakukan beberapa kali saja, masyarakat secara luas harus mengetahui betapa berbahanya virus tersebut.

“Jangan hanya ada kasus, baru gencar melakukan sosialisasi. Mereka harus mengetahui apa itu DD dan DBD. Seberapa besar bahayanya,” cecarnya.

Disamping itu ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masyarakat juga harus mengetahui langakah apa yang diambil untuk memusnahkan sarang nyamuk yang membawa virus itu. Tidak hanya melalui fongging saja.

Baca Juga :   Warga Usulkan Kelurahan Pangeran Dijadikan Kampung Soto Kuin

“Kalau mereka tau bahaya virus ini, keinginan untuk membersihkan tempat penampungan air dari jentik akan tumbuh. Makanya sosialisasi harus lebih ditingkatkan. Fogging bukan satu satunya cara untuk memberantas,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim juga berharap, pemerintah segera mengambil langkah terkait pemusnahan penyebaran virus ini. Memang statusnya belum termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB), namun selama ada yang terindikasi atau terjangkit virus, seyogyanya pemerintah mengambil langkah cepat.

“Kami menginginkan Dinas proaktif. Puskesmas yang ada di kota ini harus lebih siaga. Kalau ada aduan segera ditindaklajuti,” terang politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.[]

Smara Aqdimul Azmi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here