Sel. Jun 15th, 2021

Fondasi dan Strategi dalam Belajar

3 min read

SEGALA sesuatu yang kita kerjakan harus selalu dibarengi dengan semangat yang tinggi. Karena, tanpa semangat kita tidak akan mengerjakan segala sesuatu dengan normal. Langkah untuk menumbuhkan semangat misalnya, membayangkan hasil akhir yang menyenangkan akan memompa kita untuk berlatih atau berusaha lebih keras lagi. Melihat model yang sukses atau orang yang pernah memiliki perjuangan yang sama dengan kita dan berhasil mempengaruhi kita bersifat positif.

Kita harus selalu tambah bersemangat dan memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi sukses dan tidak akan takut untuk mewujudkan cita-cita kita. Mencari keuntungan lain yang akan mengalihkan pusat perhatian kita dari hal yang membebani, ke sesuatu yang menyenangkan. Memilih teman yang asyik yang akan membuat kita tetap bersemangat. Jika ada yang mau jatuh maka yang satu yang akan mendorong. Kita bisa mengubah suasana jadi lebih riang dengan humor-humor kecil maupun obrolannya yang meriah.

Memperhatikan penampilan dengan memakai baju yang disukai, kita jadi lebih suka pada diri kita, dan jika perlu kita pakai wewangian yang segar. Membawa benda keramat, bukan keris atau batu akik. Tapi jenis batu atau benda-benda lain yang mempunyai kenangan indah. Menjanjikan hadiah pada diri sendiri, hal ini dapat membantu kita mengalihkan perhatian dari beban menuju harapan dengan memberikan hadiah.

Menyayangi diri sendiri, yang paling tahu kondisi kita adalah diri kita sendiri. Yang paling tahu keinginan kita adalah diri kita juga. Maka diri kitalah yang bisa menyemangati diri sendiri. Melihat ke bawah, jika kita melihat terus ke atas maka kita akan kecewa karena kita akan selalu tampak kurang dibanding dengan yang lain. Kita akan merasa beruntung dibanding mereka. Mengingat kesuksesan kita bisa seperti sekarang ini karena berbagai kesuksesan.

Pada saat kita bisa merasa datar -datar saja, kita ingat kesuksesan yang pernah kita alami. Bagaimana ciri-ciri seseorang itu belajar? Bagaimana indikator seseorang itu betul-betul melakukan aktivitas belajar? Para ahli psikologi mengidentifikasikan belajar adalah proses perubahan tingkah laku dan perubahan tingkah laku itu bersifat positif dan permanen atau menetap. Contoh perubahan perilaku dari tidak tahu menjadi banyak tahu.

Anak yang perilaku emosionalnya meledak-ledak berubah menjadi lebih terkendali dan terukur, ini berarti seseorang yang mengaku belajar tetapi tidak menghasilkan perubahan tingkah laku positif, itu bukanlah belajar, ia belum belajar. Beberapa konsep yang dapat dikembangkan untuk belajar efektif dan efisien selaras dengan kurikulum berbasis kompetensi adalah sistem pembelajaran, beban belajar, sistem penilaian, sistem remidial, sistem pengayaan, sistem kenaikan kelas, sistem penjurusan, dan strategi belajar yaitu dengan teknologi informasi “e-learning”.

Setiap manusia lahir dalam keadaan lemah tidak tahu apa-apa, manusia sukses jika mau belajar terus menerus sepanjang hayat dengan tujuan akhir mencapai derajat kemuliaan manusia. Arah kegiatan belajar adalah membentuk karakter atau kepribadian dan meningkatkan kualitas kehidupan seseorang. Membentuk karakter berarti mendorong kemandirian dan memperkaya pengalaman sehingga menambah kepercayaan diri.

Bagaimana kemandirian dapat terwujud? Desain belajar harus memposisikan siswa sebagai subjek belajar, proses belajar berpusat pada siswa. Jadi siswa benar-benar harus bertindak sebagai pelaku utama kegiatan pembelajaran. Siswa bertanggungjawab penuh atas tindakan dan kehidupannya, termasuk dalam belajar. Kesuksesan atau kegagalan belajar tergantung sepenuhnya pada siswa sebagai pelaku utama.

Fondasi kegiatan belajar terdiri atas empat pilar utama yaitu learning to know (belajar untuk mengetahui dan memahami), belajar untuk mengetahui dan memahami berbuat nyata dan kreatif, learning to live together (belajar untuk hidup dalam kebersamaan), learning to be (belajar untuk membangun dan mengekspresikan jati diri serta menjadi dirinya sendiri). Belajar itu hendaknya dapat menguasai kecakapan hidup yang mencakup personal skill, thinking skill, social skill, academic skill, dan vocation skill.

Oleh: Fitria Rahmah S.Pd
Guru Kelas di SDN 1 Pasar Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.