Sab. Sep 19th, 2020

FSB Putar Film Animasi Karya Anak Banua

2 min read

BANJARMASIN, KK – Dalam agenda mingguan FSB (Forum Sineas Banua) yang mereka sebut Ngofi (ngobrol film) Jumat (20/1/2017) malam, film animasi yang diproduksi anak banua diputar.

Film animasi rupanya mulai diproduksi oleh para sineas banua. Salah satu sineas yang menggeluti jenis film animasi ini Adalah Husin. Seorang diri ia mengerjakan karya animasi yang berjenis stop motion.

“Awalnya gara-gara nonton behind the scene film Wallace and Groomit di televisi, di situ baru tahu ternyata begitu film Wallace and Groomit dan Chicken Run yang menggunakan plastacine dan menggunakan teknik stop and go, lalu terpikir saya bisa membuat animasi stop motion,” ucapnya.

Kemudian Husin pun mulai belajar secara otodidak dengan mengamati youtube dan website luar, juga film animasi dan non animasi. Akhirnya ia pun menciptakan karakter Ijum dalam film animasinya.

Karakter Ijum dalam kisah yang berjudul Alien Invension itu pun membuat gelak tawa penonton pecah di bioskop alternatif mereka, bengkel lukis sanggar sholihin taman budaya Kalsel.

Film tersebut pun mendapat banyak apresiasi dari beberapa pengamat seni dan budaya yang hadir pada saat itu. Mereka pun memberikan pandangan mereka terhadap film animasi tersebut.

YS Agus Suseno, salah satu budayawan juga pengamat seni di Kalsel yang hadir saat itu menyampaikan harapannya agar para sineas dan animator banua lebih mengangkat konten yang digali dari budaya lokal.

“Nama karakternya sudah ada nuansa Banjar, jadi ceritanya kalau bisa lebih Banjar lagi, misalkan cerita rakyat yang didalamnya ada pelajaran tentang tata krama dan etika orang banjar bisa diangkat dalam film animasi seperti ini,” ucapnya.

Husin pun dengan bangga menanggapi komentar tersebut bahwa selanjutnya ia akan lebih menggali budaya lokal. Bahkan menurutnya ia pun sudah membuat film animasi stop motion lanjutan yang sudah mulai menyentuh budaya lokal.

“Saya sudah membuat Ijum 3, di sana karakternya dan ceritanya lebih Banjar,” ucapnya.

Ia pun berharap suatu saat akan memiliki studio sendiri dengan beberapa kru. Juga film animasi karyanya itu bisa ditayangkan di TV lokal sehingga dapat dinikmati oleh orang banyak. nfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.