Gali Potensi Industri Seni Rupa Anyaman Purun Desa Parimata

540

KabarKalimantan, Marabahan – Sejak puluhan tahun silam, Desa Parimata, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala menjadi salah satu sentra kerajinan anyaman tikar purun di Bumi Selidah.

Masyarakat setempat, khususnya kaum hawa memanfaatkan tanaman gulma itu untuk membuat anyaman tikar. Namun, seiring perjalanan waktu kreativitas turun temurun dari nenek moyang itu mulai tersisih akibat kalah bersaing dengan tikar plastik maupun karpet.

Tapi, kerajinan ini nampak mulai bangkit dan dicari-cari lantaran keunikan serta nilai seni yang terkandung dari hasil tangan-tangan terampil para kaum hawa tersebut. Terbukti, dalam setiap even pameran, produk ini selalu diserbu masyarakat.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Selatan Hj Raudatul Jannah Sahbirin bersama dinas terkait melakukan kunjungan ke desa yang berjarak sekitar 14 km dari Kota Marabahan itu dengan maksud melakukan pembinaan kepada pengrajin.

Baca Juga :   Bunda Tagana Kalsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Raudatul mengatakan, kerajinan anyaman purun ‘tikus’ yang merupakan hak paten Kabupaten Batola hanya ada di Kecamatan Belawang ini memiliki potensi luar biasa.

“Anyaman tikar purun tikus ini sudah beberapa kali dipamerkan ke luar provinsi seperti di Jakarta, Yogyakarta kota-kota lainnya dan hasilnya pun sangat memuaskan, banyak yang tertarik,” kata Raudhatul Jannah.

Raudhatul menilai, anyaman berbahan purun tikus berbatang kecil ditambah pengolahan yang halus mengandung nilai seni tinggi berasal dari Batola ini memiliki kekhasan tersendiri dengan .

Untuk itu, Raudatul berharap, potensi yang dimiliki Batola ini betul-betul bisa dimanfaatkan supaya kembali terangkat selain menjadi unggulan daerah juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saya berharap, kerajinan anyaman yang dilakukan bukan saja terfokus pada sentra produksi tikar. Namun juga turunan-turunannya berupa produk jadinya, diversifikasinya dalam berbagai ragam yang berbasis anyaman seperti fashionable seperti tas kerja, dompet, topi dan lain sebagainya,” harapnya.

Baca Juga :   Bunda Tagana Kalsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Terkait upaya pembinaan yang dilakukan, isteri gubernur itu mengatakan akan melakukan pengembangan baik yang melibatkan pihak Pemprov Kalsel maupun pihak Pemkab Batola sendiri. Sehingga industri yang dilakukan nantinya benar-benar menjadi satu sistem mulai dari budidaya bahan, anyaman, finishing, pemasaran dan sebagainya agar terkelola dengan baik ban berkesinambungan.

“Kami akan lakukan tindaklanjut, makanya kehadiran kami ke sini melibatkan berbagai instansi terkait supaya kegiatan ini bisa benar-benar dipush,” pungkas Raudhatul.

Suhaimi Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here