Sel. Mar 31st, 2020

Gedung Baru, Menteri Nasir Desak Unlam Naik Akreditasi 

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin– Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Mohammad Nasir melakukan peresmian pembangunan 12 gedung baru di Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Sabtu (29/7/2017). Seremonial ground breaking pembangunan 12 gedung baru itu dipusatkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam Banjarmasin.

 

Menteri Nasir mengatakan Unlam mesti memanfaatkan 12 gedung baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, baik tenaga dosen dan mahasiswa. “Lulusan harus lebih baik karena ditambahnya fasilitas yang disediakan pemerintah. Tahun 2018, target pertama  Unlam harus akreditasi A tercapai,” kata Mohammad Nasir di sela peresmian gedung baru di FEB Unlam.

 

Ia terus melakukan pendampingan terhadap perguruan tinggi yang punya potensi akreditasi naik ke A. Nasir mendorong rektorat, dosen, dan para guru besar Unlam bekerja keras mencetak sumber daya handal, memacu riset, dan memperbanyak publikasi  ilmiah di jurnal internasional.

 

Ia menargetkan publikasi ilmiah akademisi Indonesia di jurnal internasional mecapai 15.000 pada 2017. Adapun realiasi semester satu tahun 2017, kata Nasir, publikasi ilmiah sudah mencapai 8.044. Menteri Nasir berharap tahun ini capaian publikasi ilmiah asal Indonesia bisa mengungguli Thailand. “Tahun 2018 di atas Singapura dan tahun 2019 di atas Malaysia.”

 

Nasir meminta Perguruan Tinggi gencar melakukan riset berbasis output dan mendorong makin banyak publikasi ilmiah di jurnal internasional. “Tahun 2014, Indonesia sudah ada 4.200 publikasi, Malayasia sudah 28.000 publikasi, dan Singapura ada 18.000 publikasi. Betapa mirisnya kita. Tahun 2015 publikasi asal Indonesia naik jadi 5.250 dan Thailand 12.500. Untuk tahun 2016, ada lompatan luar biasa menjadi 11.700 dan Thailand naik 13.500,” Nasir merinci.

 

Itu sebabnya, Menteri Nasir berharap Unlam semakin berkontribusi terhadap riset dan penulisan publikasi di jurnal internasional. Setelah 12 gedung baru itu megah berdiri, Nasir bakal menangih komitmen Unlam atas produk publikasi ilmiah di jurnal internasional, riset, dan akreditasi kampus.

 

“Perobelumnya minat dosen melakukan penelitian ilmiah harus kita dorong. Kedua, anggaran penelitian harus kita dorong. Ada dua masalah itu. Kami terus koordinasi dengan Menko Perekonomian, dana riset tahun 2017 sudah Rp 2,5 triliun,” kata Menteri Nasir.

 

Adapun Rektor Unlam, Sutarto Hadi, mengatakan 12 gedung baru itu atas bantuan program Islam Development Bank (IDB) Seven in One senilai total Rp 384 miliar dari Rp 2,7 triliun bantuan untuk tujuh perguruan tinggi  negeri. Ia mengklaim bantuan yang diterima Unlam paling banyak ketimbang enam universitas lain.

 

Di Unlam, bangunan baru ini di antaranya terdiri atas gedung FKIP, laboratorium IPS, laboratorium FMIPA, Sport Hall, Auditorium di Unlam Banjarbaru, gedung Pasca Sarjana FEB, gedung lecturer theater, gedung FISIP, dan gedung perpustakaan. “Lama pengerjaan 420 hari. Semoga bisa menunjang kegiatan akademik dan bermanfaat meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen,” ujar Sutarto Hadi.

 

Syahri Ramadhan  |  DP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.