Kam. Apr 2nd, 2020

Gelombang Tolak Tambang Pulau Laut Makin Kuat

2 min read

KabarKalimantan, Kotabaru – Gelombang penolakan aktivitas tambang yang disuarakan masyarakat Pulau Laut Kabupaten Kotabaru makin kuat.

Mereka menilai, rencana tambang di Pulau Laut oleh PT Silo akan memberi dampak negatif bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Masyarakat memberikan mandat kepada sejumlah orang yang dipercaya untuk menyuarakan penolakan tambang.

Pengurus Organisasi Pedagang Ikan dan Nelayan Kabupaten Kotabaru Syahriansyah yang menjadi salah satu penerima mandat menjelaskan, penolakan terhadap aktivitas bukan perkara baru.

“Sejak tahun 2000 kami sudah melakukan penolakan tambang dan sebelum datangnya PT Silo kami sudah melakukan penolakan tambang,” katanya, Selasa (22/5).

Menurutnya, masyarakat Pulau Laut dan Kotabaru sangat menyadari dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas tambang. “Pertambangan sangatlah merusak alam semesta. Contohnya dengan adanya pertambangan maka tidak adanya lagi lahan pertanian, susahnya mencari ikan dan sudahnya mendapatkan air minum,” ujarnya.

Baca Juga :   Miris, Tangga Sekolah Ambruk Menimpa Murid di Kotabaru

Ia mengaku, memiliki sekitar 11 ribu tanda tangan dari masyarakat yang berada di tujuh desa di Kabupaten Kotabaru seperti warga Desa Mekarpura, Semisir, Sungai Pasir, Salino,Bekambit Asri dan Desa Sebatung. “Semua tanda tangan ini akan kami akta notariskan dan tanda tangan ini merupakan jawaban kami kepada kuasa hukumnya Silo Group yang mengatakan masyarakata mana yang menolak tambang,” jelas Syahriansyah.

Sementara itu, Ketua LSM Anak Kaki Gunung Sebatung Hariadi Yusran atau yang akrab disapa Bang Tungku mengatakan, penolakan pertambangan batu bara di Pulau Laut ini merupakan perjuangan sejak sebelumnya ada PT Silo. “Bukan masalah PT Silo. Tapi, kami memang sudah lama menolak tambang di Pulau Laut. Kami tak ingin alam kami rusak akibat aktivitas tambang,” ujarnya.

Penolakan tambang juga disampaikan salah satu warga Desa Sebatung Awaludin. Ia mengaku, mendapatkan mandat dari warga untuk menolak keras adanya pertambangan di Pulau Laut. “Selain mendapatkan mandat tentang penolakan tambang di Pulau Laut saya juga menerima mandat untuk menyampaikan bahwa Pulau Laut tidak boleh ditambang. Penolakan tambang tersebut sudah menjadi harga mati kami masyarakat Kotabaru,” ucapnya mantap.

Baca Juga :   Tim Gabungan Belum Temukan Lagi Korban Kapal Karam

ARDIANSYAH

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.