Gerak Ekonomi Kalsel Melambat

724

KabarKalimantan, Banjarmasin – ​​Perekonomian Kalimantan Selatan di triwulan II-2018 tumbuh sebesar 4,64% (yoy), pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07% (yoy).

Dari sisi permintaan, perlambatan bersumber dari melemahnya ekspor khususnya batubara seiring koreksi harga batubara pada triwulan II-2018. “Hal itu karena tidak hanya Indonesia saja yang mengalami guncangan tehadap dolar, akan tepai negara – negara tujuan ekspor batubara pun tengah menghadapi guncangan,” kata Kepala Perwakilan  Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Selatan Herawanto saat Knowledge Sharing, Rabu (12/9/2018).

Dari sisi penawaran, Kata Herwanto perlambatan bersumber dari melemahya kinerja sektor pertambangan terkait lambannya kinerja ekspor. Demikian pula sektor industri pengolahan tumbuh melambat dipengaruhi kinerja ekspor CPO yang masih tertahan. Di sisi lain, kinerja sektor pertanian tumbuh meningkat didukung panen raya padi yang masih berlangsung pada triwulan II-2018.

Baca Juga :   Hubungan Emosional antar Partai Perlu Dijaga

Selain itu, kinerja yang meningkat juga terjadi pada sektor LGA terkait betambahnya utilisasi pembangkit listrik baru, serta sektor perdagangan hotel dan restoran (PHR) dan sektor transportasi dan komunikasi terkait tingginya permintaan saat Ramadhan hingga Idulfitri.

Dari segi realisasi serapan pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2018 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi serapan pendapatan daerah tercatat 52,26% dari target APBD 2018, lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2017 yang sebesar 49,11%.

Peningkatan realisasi serapan utamanya bersumber dari realisasi serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, realisasi serapan belanja daerah APBD Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2018 tercatat sebesar 35,30% dari target APBD 2018, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II-2017 yang tercatat sebesar 36,04%. Turunnya realisasi serapan belanja daerah pada triwulan II-2018 utamanya bersumber dari belanja modal.

Baca Juga :   Pengiriman Logistik dari Surabaya Naik hingga 20 Persen

Sedangkan realisasi belanja negara di Kalimantan Selatan pada triwulan II-2018 sebesar 35,27% dari pagu APBN 2018, lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar 45,29%. Kebijakan penghematan anggaran tercermin pada realisasi transfer ke daerah. Realisasi transfer ke daerah pada triwulan II-2018 tercatat sebesar 13.68% dari pagu APBN 2018, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 48,91%.

M Rizal Khalqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here