Ming. Jan 24th, 2021

Gila, Ada Sabu di Loker Penjagaan Lapas Banjarmasin

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin– Tim Satgas Keamanan dan Ketertiban Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan menggelar razia dan penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin (Teluk Dalam) pada Rabu malam, 2 Agustus 2017. Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Imam Suyudi; Kepala Lapas Teluk Dalam, Hendra Eka Putra; dan anggota Satgas Kamtib Ditjen Pas turun langsung merazia sejumlah blok tahanan di Lapas Teluk Dalam.

Sumber KabarKalimantan di Lapas Teluk Dalam membisikkan, tim satgas menemukan narkoba jenis sabu di tiga tempat: Blok C, Blok B, dan loker pos utama pintu masuk lapas. Di Blok B, kata sumber KabarKalimantan, tim mendapati satu paket kecil sabu. Adapun di Blok C dan loker penjagaan petugas, masing-masing ditemukan sabu seberat 30 gram.

Selain sabu, sumber KabarKalimantan melanjutkan, tim menemukan banyak telepon seluler, alat bong bekas pakai, kabel listrik, dan aneka barang lain. “A1 (informasi temuan sabu). Kalau mau buka rahasia sebagian sipir LP makanannya duit narkoba. Malah ada yang jadi ojeknya. Soalnya saya pernah lihat sendiri, bukan baik tapi tambah rusak,” ujar sumber KabarKalimantan di Lapas Banjarmasin, Kamis (3/8/2017).

Dimintai tanggapan atas pengakuan itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Hendra Putra Eka membantah tim satgas menemukan serbuk setan di blok penjara dan loker pos penjagaan sipir. Menurut Hendra, tim cuma mendapati 47 buah telepon seluler, tujuh buah pisau, obat-obatan ringan, kabel listrik, plastik bekas, dan bong bekas pakai.

Hendra belum bisa memastikan apakah temuan bong bekas pakai itu ada indikasi sabu-sabu masuk ke sel penjara. Kalaupun benar ada pemakai sabu di sel penjara, Hendra menduga ada tahanan yang sedang mengikuti proses persidangan dan kembali ke lapas sambil membawa alat isap.

“Kalau narkoba enggak ada. Bong itu pun dapatnya bukan di dalam kamar, tapi di tong sampah luar. Kalau di dalam kamar bisa ditangkap, kita bisa menangkap orangnya,” ujar Hendra Putra Eka.

Di sela apel malam sebelum merazia Lapas Banjarmasin, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Imam Suyudi, sempat mengatakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan agar menggencarkan razia atau penggeledahan rutin sekali dalam seminggu. Selain itu, Imam meminta petugas lapas melakukan razia internal secara insedentil atau melibatkan kepolisian, TNI, BNN, dan pemerintah daerah.

Menurut dia, kolaborasi mengamankan rutan dan lapas sangat penting untuk membangun kesatuan sistem pengamanan yang utuh. Oleh karena itu, apabila ada satu simpul tidak bekerja, berpotensi mengganggu keseluruhan sistem di lapas dan rutan. “Kalau ada satu simpul tidak berfungsi, tidak melakukan reformasi, dan lalai, akan berpengaruh pada hasil keseluruhan,” ujar Imam Suyudi.

 

Diananta Putra  ׀  M. Syahbandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.