Menu

Mode Gelap

Iptek · 22 Nov 2021 20:28 WIB ·

Guru Sekaligus Pengusaha


 Guru Sekaligus Pengusaha Perbesar

TAK perlu banyak teori sebenarnya, bahwa pernyataan setiap guru harus mempunyai jiwa entrepreneurship. Mengapa begitu? Ada banyak hal karakter positif yang dipunyai oleh seorang pengusaha. Yang mana itu bisa menjadi teladan dan contoh bagi muridnya. Namun teori-teori yang bermunculan mengenai ‘usaha’ tidaklah semudah diucapkan. Pada kenyataannya, membutuhkan konsentrasi dan daya tahan yang kuat untuk bisa bertahan menjadi seorang pengusaha. Dan ini tidak mudah, apalagi harus dibarengi dengan kegiatan lain, seperti mengajar. Kegiatan yang tidak boleh dianggap sebagai pilihan kedua dalam hidup. Artinya, jika sudah memutuskan terjun ke dunia pendidikan dan pengajaran, maka harus totalitas. Karena berkaitan dengan maju atau tidaknya suatu komunitas masyarakat dimana kita tinggal. Karena profesi guru adalah aktor utama dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa.

Oleh karenanya, jika seseorang bisa menjalankan keduanya dengan sangat baik, bisa dikatakan, orang itu bukan orang biasa. Ya, selama bisa menjaga keduanya berjalan secara berimbang dan konsisten maka patut kita acungi jempol. Mengajar jalan, wirausaha juga jalan. Tetapi tidak menggangu satu sama lain. Karena pilihan prioritas yang sudah diperjelas sedari awal. Ketika dunia sudah diliputi akan pernak pernik dunia dan memang tidak dipungkiri kebutuhan akan biaya hidup semakin mahal. sedangkan pemasukan atau honor dari seorang guru masih dikatakan kurang dari cukup. lantas bisa kah guru bisa menjadi seorang yang kaya, dermawan punya rumah, mobil, perusahaan atau sebuah pesantren pribadi ? Memang guru tidak bisa menjadikan kaya. namun kita mesti tetap berkeyakinan kita bisa kaya dengan kekuatan dari Sang Maha Kaya, Maha Kuasa Allahu Ghoniyyun, Allahu Qoodirun, apalagi dengan ‘Kun Fayakunnya’ Allah enggak ada yang enggak mungkin.

Baca Juga :   Pendidikan Kesehatan bagi Peserta Didik di Tingkat Sekolah Dasar

Sebagai guru yang ingin sukses jadi pengusaha harus mengikuti cara nabi Muhammad SAW, dalam berniaga merupakan contoh yang tepat sebagai pebisnis yang andal, sesungguhnya terdapat suri tauladan yang baik dalam diri baginda Rasulullah. Adapun cara beliau berdagang yang dipegang prinsip adalah pertama kejujuran, jujur merupakan salah satu sifat Nabi Muhammad. Yakni shiddiq yaitu berarti jujur. Rasulullah selalu jujur dalam perkataan maupun perbuatan, termasuk dalam berdagang tidak pernah berbohong dan bersikap munafik. Apalagi mengurangi berat timbangan barang. Misalnya 1 Kg gula, ya benar-benar takaran 1 kg tidak kurang, bahkan Rasulullah selalu melebihkan agar si pembeli senang dan dagangan menjadi berkah. Kalau barang bagus pasti dibilang beliau bagus. Jelek dibilang jelek. Maka dari itu, baginda Nabi dijuluki Al Amin artinya orang yang bisa dipercaya. Sikap ini juga yang seharusnya diteladani para pengusaha lain, agar pembeli merasa puas dan menjadikan pelanggan tetap karena kepercayaan mereka terhadapmu.

Baca Juga :   Kedewasaan adalah Proses Perkembangan Kepribadian

Saat berdagang selalu menjual barang dengan kualitas baik, sehingga pembeli tidak dirugikan dan harganya sesuai dengan kualitas barang yang dibeli. Dan harga murah kualitas barang tidak murahan, kualitas wahid. Biasanya penjual mengambil banyak untuk bedanya dengan cara dagang nabi Muhammad SAW. Tidak banyak mengambil untuk hanya sewajarnya saja, karena bukan untung yang dicari tetapi keberkahan dari Allah SWT yang dikejar dalam berbisnis. Buat apa banyak mengambil banyak uang dari keuntungan yang gak wajar di dunia, tetapi tidak berkah. Niscaya duitnya bakal habis begitu saja tanpa tahu jejaknya. Melakukan strategi pemasaran gak cuma pengusaha zaman sekarang saja yang melakukan strategi pemasaran, baginda Nabi pun sudah menerapkan duluan. Pertama, beliau membidik pasar tertentu saja, namun semua dari kalangan bawah sampai atas menjadi target penjualan beliau. Kedua berfikir kreatif dan inovatif untuk menjual barangnya. Beliau menjalin hubungan baik dengan pelanggan maupun kolega agar dapat mengembangkan sayap bisnis beliau.maka itu salah satu teknik beliau memasarkan barang yang dapat kita turuti.

Baca Juga :   Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Tidak mudah menyerah. Pebisnis yang ulung harus kuat walaupun menjalankan dua kehidupan mengajar dan berdagang dan harus seimbang, in syaa Allah akan sukses kalau jualan lagi sepi tetap dihadapi. Putar otak untuk membalik keadaan bukan menyerah sebagai pilihan. Beliau tetap berusaha walaupun bertubi-tubi cobaan datang itu harus kita contoh dalam menjalankan bisnis. Menjalani dua profesi sekaligus merupakan pilihan tetapi kita amanah menjalankan dengan memegang teguh prinsip yang telah diajarkan beliau, menjadi guru yang profesional dan menjadi pebisnis yang tangguh, kita mencari berkah dalam berdagang dan mencari amal jariyah dari ilmu yang kita ajarkan kepada siswa kita sebagai bekal kita ketika menghadap Allah SWT.

Oleh: Subhan S.Pd
Guru Kelas di SD Negeri Muara Pagatan Ujung

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Peran Orang Tua Mendidik Anak di Masa Pandemi

26 November 2021 - 15:33 WIB

Pentingnya Alat Peraga dalam Pendidikan

21 November 2021 - 20:34 WIB

Covid-19 dan Ketidaksetaraan dalam Proses Belajar di Indonesia

19 November 2021 - 13:52 WIB

Suka Duka Menjadi Guru Sekolah Dasar, Meski Harus Ekstra Sabar Tapi Menyenangkan

18 November 2021 - 01:07 WIB

Kesiapan Sekolah Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

18 November 2021 - 01:04 WIB

Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi untuk Siswa SD Kelas Rendah

17 November 2021 - 04:21 WIB

Trending di Iptek