Guru SMAN 1 Upau Gandeng Pendidik Sebaya Kampanyekan P4GN dan HIV Aids

4

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kampanye Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di tingkat pelajar tak melulu harus dilakukan oleh tenaga pendidiknya.

Di SMAN Negeri 1 Upau, Kabupaten Tanjung contonhnya. Di sekolah yang berjarak sekitar 40 kilometer dari ibukota Kabupaten Tabalong ini, pihak gurunya menggandeng anak didiknya untuk menyosialisasi tentang dampak penyalahgunaan narkoba. Mereka menyebutnya sebagai pendidik sebaya.

 

Cara yang dilakukan pun terbilang unik. Para pelajar di SMA Negeri Upau ini menggunakan wayang berbahan kardus sebagai media penyampaiannya.

Tidak hanya di SMAN 1 Upau, sosialisasi yang dilakukan peserta didik ini juga menyambangi 7 SMA sederajat lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Tabalong. Kemudian, mereka juga melakukan senam anti narkoba di pasar.

Ide menggunakan wayang yang dilakukan pendidik sebaya sebagai media penyampaiannya itu muncul dari pemikiran Dwi Nopiyanti Puji Asrini S Pd.

Baca Juga :   Berikan Pembekalan kepada Calon Relawan Anti Narkoba, BNNP Kalsel Gelar Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba

Gagasan kampanye anti narkoba dan HIV Aids oleh pendidik sebaya secara luring dan daring ini juga dituangkan guru berusia 32 tahun tersebut dalam sebuah artikel yang sukses membawanya meraih gelar sebagai pemenang kedua pada lomba penulisan artikel pencegahan peredaran narkoba jenjang SLB dan SMA tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Dwi mengatakan, ia bersama anak-anak muridnya tersebut tergerak turut serta mengkampanyekan P4GN mengingat peredaran narkoba di Indonesia semakin pesat setiap tahun.

Ia membeberkan, pelaksanaan kegiatan kampanye anti narkoba dan HIV Aids oleh pendidik sebaya secara luring dan daring (kampanye ke sekolah-sekolah dan media sosial tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelajar mengenai narkoba dan HIV Aids.

“Dengan melibatkan pelajar itu sendiri, setidaknya mereka dapat berkomitmen serta membentuk komunitas bersama untuk menjadi remaja anti narkoba dan HIV Aids,” ujar Dwi kepada redkal.com saat dihubungi via telepon seluler belum lama tadi.

Baca Juga :   BNNP Kalsel Berikan Penyuluhan P4GN kepada Ibu-ibu PKK

Keseriusan Dwi dalam mengampanyekan P4GN di kalangan pelajar tersebut tak hanya sebatas menggandeng para pelajar itu sendiri sebagai ujung tombaknya.

Namun, ia juga mengahdirkan mantan pecandu narkoba sebagai narasumber saat ia dan muridnya menyosialisasikan P4GN. “Dengan menghadirkan narasumber yang merupakan mantan pecandu narkoba, setidaknya cerita-cerita kelam yang pernah dirasakan mantan pecandu narkoba itu, akan menjadi doktrin bagi pelajar untuk membentengi diri dan menjauhi narkoba,” jelasnya.

Selain mengharapkan para pelajar bisa membentengi diri terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba itu, Dwi juga sangat mengharapkan peran orang tua murid itu sendiri untuk meningkatkan pengawasan terhadap anaknya.

“bagi orangtua, berilah perhatian dan pengawasan lebih terhadap anak yang sudah beranjak dewasa. Berikanlah nasihat-nasihat untuk membuka pola pikir anak agar menjauhi dan memerangi narkoba,” pungkasnya.

Reporter: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here