H Ipansyah: Perlu Sinergitas Pemerintah Daerah dalam Perangi Narkoba

13

KabarKalimantan, Banjarmasin – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan terus berupaya dengan maksimal dalam menyosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Banua.

Penyuluhan akan bahaya penyalahgunaan narkoba pun sudah dilakukan, mulai dari sekolah-sekolah, lembaga, instansi swasta hingga instansi pemerintahan.

Namun tetap saja, hal itu masih sangat jauh dari kata sempurna jika BNNP Kalsel bekerja sendirian tanpa adanya sinergitas pemerintah daerah dan semua kalangan.

Belakangan ini, penyalahgunaan narkoba tak lagi hanya oleh kalangan orang dewasa. Tetapi, sudah menjalar hingga ke kalangan remaja bahkan anak-anak yang masih belia.

Untuk itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalsel H Ipansyah meminta kepada Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan agar turut serta membantu memerangi narkoba yang merupakan musuh nyata yang mengancam genarasi muda Banua.

Menurutnya, salah satu cara agar menghindarkan anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba ialah dengan menggiatkan mereka berolahraga.

Baca Juga :   BNNP Kalsel Selipkan Penyuluhan P4GN pada Acara Hydro Coco National Futsal Tournament

Kenapa demikian? Karena menurut Ipansyah, jika anak rajin berolahraga tentu mereka akan fokus untuk menyalurkan bakat dan kesenangan mereka. Sehingga, anak-anak itu dengan sendirinya tak akan ada waktu untuk melakukan hal negatif seperti mencoba-coba narkoba.

“Rata-rata, anak-anak itu suka bermain, seperti sepakbola, futsal, badminton dan lain sebagainya. Mereka akan merasa senang saat memainkannya. Sehingga usai bermain itu, mereka akan kecapekan dan tak ada waktu lagi untuk memikirkan hal lain,” ujar Ipansyah tempo hari lalu.

Tetapi, lanjut Ipansyah, kendala yang dihadapi saat ini ialah minimnya sarana dan prasarana tempat bermain anak itu, yang bebas dari biaya alias gratis.

“Sekarang, sangat sulit tempat olahraga di Banua ini yang bisa dinikmati anak-anak kalangan ekonomi ke bawah. Misalnya saja untuk bermain futsal, mereka harus menyewa lapangan di gedung olahraga. Tentu itu akan terasa berat bagi anak-anak yang perekonomian orangtuanya jauh dari kata berkecukupan,” jelasnya.

Baca Juga :   Gubernur Kalsel Nyatakan Komitmen Bersama Gerakan Indonesia Bersatu Perangi Narkoba

Nah, tambah Ipansyah, jika sarana dan prasarana bermain yang tanpa biaya itu hampir tidak ada. Maka anak-anak akan cenderung melakukan hal lain. Yang ditakutkan, akan melakukan hal negatif seperti ngelem.

“Saya berharap, pemerintah daerah bisa memperbanyak pembangunan untuk sarana dan prasarana olahraga. Karena itu salah satu cara untuk menggiatkan anak berolahraga dan menghindarkan mereka dari narkoba,” pungkasnya.

Reporter: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here