Rab. Sep 30th, 2020

Handmade Kalsel Diekspor Melalui Daerah Lain

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel Hj Riaharti Zulfahani mengklaim cukup banyak produk handmade asal Banua yang dipasarkan ke luar negeri.

Namun diakuinya, pemasaran produk handmade asal Kalsel banyak yang tidak dilakukan secara langsung, tapi melalui daerah lain di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta hingga Bali.

“Handmade seperti kain sasirangan, berbagai kerajinan tas anyaman purun hingga ukiran kayu unik banyak sudah yang dijual di pasar luar negeri. Namun pengrajin biasanya menjualnya melalui daerah lain,” ungkap Riaharti, Selasa (28/8/2018).

Tidak bisanya pengrajin menjual langsung ke pasar luar negeri, lanjutnya, lebih disebabkan karena jumlah produksi yang dihasilkan pengrajin handmade di Kalsel masih sangat terbatas.

“Pebisnis luar negeri biasanya membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke beberapa negara di Eropa, Asia hingga Amerika. Karena pengrajin lokal belum mampu meningkatkan produksi dalam jumlah besar, mereka harus berkongsi dengan pengusaha lainnya di luar daerah,” tambahnya.

Baca Juga :   Pemkot Banjarmasin Dinilai Antipati terhadap Pengusaha Advertising

Ke depan agar handmade di Kalsel mampu di ekspor ke luar negeri secara langsung, pihaknya berupaya mendorong pengrajin untuk bisa meningkatkan produksi dengan kualitas yang seragam.

“Memang untuk meningkatkan produksi ini tidak mudah, karena pasti memerlukan sumber daya manusia (SDM) dan modal yang tidak sedikit. Namun walau begitu kami akan terus berupaya agar ke depannya semakin banyak produk handmade di Kalsel yang bisa dipasarkan secara langsung ke luar negeri,” harapnya.

Sebelumnya, pengrajin purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru, Siti Mariana mengakui cukup kesulitan mengerjakan order handmade berbahan purun jika dipesan dalam jumlah besar.

Dalam memenuhi pasar lokal saja untuk sovenir kegiatan pemerintahan maupun swasta yang jumlahnya ratusan buah, tidak jarang pihaknya kewalahan dalam pengerjaannya dan melimpahkannya ke daerah lain di wilayah hulu sungai.

“Di sini pengrajin purun kami sangat terbatas, hanya sekitar 16 orang saja. Jadi tentu untuk mengerjakan handmade purun dalam waktu singkat dalam jumlah besar kami terkadang tidak mampu,” pungkasnya.

Baca Juga :   PT Pelindo III Banjarmasin Salurkan Bantuan Kemitraan

Arif Rahman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.