Rab. Sep 23rd, 2020

Hanif Resmi Dilantik Jadi Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan

2 min read

KabarKalimantan, Jakarta – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq resmi dilantik sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian Kehutanan RI.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, acara pelantikan dipimpin langsung Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di Gedung Manggala Wanabakti Kemen LHK, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Hanif dinyatakan berkompeten dan lulus seleksi uji kompetensi untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diumumkan pada 30 Juli 2020.

Sebelum dilantik menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kemen LHK, Hanif menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan periode Oktober 2016 hingga Juli 2020 dan sempat juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel dan Plt Kepala BPBD Kalsel.

Beberapa prestasi Hanif di antaranya ialah sebagai penggagas Gerakan Revolusi Hijau, Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Pusat Pemasaran Hasil Hutan serta pengendalian kebakaran gambut melalui metode penenggelaman.

Presiden Joko Widodo yang memimpin rapat penanggulangan Karhutla di Istana Negara 2019 lalu mengatakan, program penghijauan di Kalsel layak untuk dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Menteri LHK dalam setiap kunjungan kerjanya ke Kalsel selalu mengapresiasi Gerakan Revolusi Hijau yang sudah dilaksanakan. Terbukti, dengan adanya gerakan revolusi hijau terjadi peningkatan penanaman pada lahan kritis, dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 2.000 Ha per tahun, kini luasan penanamannya sudah hampir menjadi 30.000 Ha per tahun. Saat ini, Revolusi Hijau Kalsel juga menjadi model rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) Nasional.

Tidak hanya itu, Hanif juga berjasa dalam pembangunan daerah. Lewat tangan dinginnya, Hanif berhasil menyulap wajah Tahura Sultan Adam menjadi sangat memesona dan menjadikannya sebagai ekowisata unggulan Kalsel. Melalui Tahura Sultan Adam, penerimaan retribusi daerah meningkat berkali-kali lipat, dari yang hanya kurang Rp 200 juta, menjadi Rp 1 miliar per tahun.

Hanif berharap kepindahannya ke Kemen LHK ini dapat menjadi tambahan semangat untuk berbuat yang lebih baik demi bangsa dan negara, terlebih untuk pembangunan kehutanan di Indonesia, karena di Kemen LHK, cakupan wilayah kerjanya menjadi lebih luas, seluruh Indonesia.

“Tentunya ini sebuah amanah yang harus saya laksanakan. Sebab, sebagai abdi negara saya harus siap mengabdi, kapanpun dan di manapun, termasuk di sini (Kemen LHK, Jakarta),” pungkas Hanif.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.