Harga Bapok Terpantau Stabil di Kota Paringin

289
Kepolisian dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan

Kepolisian dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sentral, Paringin Kota Senin (18/12/2017).

Wartawan: FM Hidayatullah

Puluhan pedagang pasar terperanjat ketika melihat puluhan orang berseragam blusukan ke lapak-lapak di Pasar Sentral. Maklum, inspeksi mendadak itu tak sembarangan karena melibatkan Kepolisian Resor Balangan, selain Aparatur Sipil Negara Disperindag Balangan.

Kepala Polres Balangan, Ajun Komisaris Besar Moh Zamroni, memimpin langsung sidak ke lapak pedangan kebutuhan bahan pokok. Sidak pemantuan harga bertujuan mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Alhamdulillah aman, rata-rata komoditas kebutuhan pokok masih relatif normal,” ucap Moh Zamroni di sela sidak, Senin (18/12/2017).

Selain mengecek harga barang, sidak ini dilakukan untuk memastikan barang dagangan di wilayah Paringin steril dari makanan dan minuman kadaluarsa dan kandungan bahan yang membahayakan kesehatan konsumen.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Moh Zamroni, menyampaikan Maklumat Kepala Kepolisian Daerah Kalsel No: Mak 03/XII/2017 tentang Larangan Penimbunan Dan Memperdagangkan Barang Kebutuhan Pokok (BAPOK) Tidak Sesuai Ketentuan,

Maklumat ini dikeluarkan dalam rangka menjamin ketersediaan dan keamanan distribusi barang kebutuhan pokok serta terwujudnya rasa aman bagi masyarakat Kalsel

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Balangan, Rusmini mengakui ada kenaikan harga beberapa jenis bahan pokok, namun kenaikannya tidak signifikan atau masih dalam batas normal. Terkait pemeriksaan barang kadaluarsa, Rusmini belum menemukan pelanggaran.

Disperindag berjanji akan terus melakukan pemantauan dan mengawasi komoditas harga bahan pokok di seluruh sentral perdagangan se-Kabupaten Balangan.

Kepala Polda Kalsel, Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana, sebelumnya memasang spanduk maklumat perihal larangan menimbun dan memperdagangkan bahan kebutuhan pokok (bapok) tidak sesuai dengan ketentuan di pasar. Spanduk maklumat itu dipasang di Pasar Pagi Antasari, Pasar Beras Kelayan, dan Pasar Lima, Kota Banjarmasin.

Rachmat menuturkan kepolisian terus memperketat pengawasan distribusi bahan pangan ke semua kabupaten/kota di Kalimantan Selatan menjelang Natal dan pergantian tahun. Ia melarang pedagang menimbun bapok dan barang yang disubsidi pemerintah demi meraup keuntungan pribadi.

“Pelaku yang melanggar akan disangkakan dengan Pasal 133 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun atau denda paling banyak Rp 100 miliar,” kata dia.

Ia telah melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Antasari, Pasar Beras Kelayan, dan Pasa Lima untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil. Rachmat mengklaim harga sembako relatif stabil karena belum ada gejolak harga menjelang Natal.

Rachmat meminta instansi teknis dan pemangku kepentingan lain dapat meningkatkan pengawasan distribusi dan barang kebutuhan pokok yang disubsidi pemerintah untuk menekan gejolak harga.

Adapun hasil sidak di Pasar Sentral, Paringin Kota, terpantau daging sapi segar seharga Rp 120 ribu per kilogram, telur ayam seharga Rp 24.500 per kilogram, daging ayam Rp 23 ribu per kg, beras local seharga Rp 9-12 ribu per kg, dan cabai rawit seharga Rp 20 ribu per kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here