Harga Gas Mahal, PMII Ancam Kerahkan Banyak Massa

293
Aktivits PMII Kalsel mendemo DPRD Kalsel karena protes mahalnya gas LPG bersubsidi, Rabu (20/12/2017). Redkal.com

Kabarkalimantan, Banjarmasin – Koordinator lapangan demo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Selatan, Hariannor, mengancam mendatangkan massa lebih banyak apabila dalam tujuh hari ke depan DPRD Kalsel gagal memediasi antara PT Pertamina dan PMII.

“Kami memberikan DPRD Kalsel deadline selama tujuh hari untuk memediasi kami dengan Pertamina, jika tidak mampu kami akan turun lagi ke jalan, bahkan kami akan membawa masa dua kali lebih banyak dari aksi hari ini,” kata Harianoor saat berdemonstrasi menyoal kelangkaan LPG bersubsidi di DPRD Kalsel, Rabu (20/12/2017).

Dia mengaku prihatin melihat melabungnya harga LPG 3 kilogram di masyarakat. LPG yang semula seharga Rp 17.500 per tabung, kini sudah menembus harga Rp 30.000 per tabung. PMII mendesak Pertamina mengembalikan harga tabung LPG subsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Massa juga mendesak DPRD Kalsel mencarikan solusi atas persoalan tersebut. Dalam orasinya, Harianoor menyebut ada penyelewengan LPG melon oleh mafia gas. Kelangkaan itu membuat pedagang kecil kesulitan membeli gas LPG melon yang peruntukannya untuk warga miskin dan pedagang kecil.

Baca Juga :   Ini Penjelasan DLH Tentang Kondisi Alam Pulau Laut

Salah satunnya pedagang pentol goreng bernama Supardi. Ia yang sering mengunakan tabung gas 3 kilogram sudah kesulitan dua bulan terakhir. “Kemaren saya beli seharga Rp 27.000 per tabung, biasanya cukup sampai 4 – 5 hari untuk berdagang,” ujar Supardi.

Alhasil, kelangkaan LPG berpengaruh terhadap penghasilanya sehari-hari. Supardi berharap pemerintah segera mencarkan solusinya.

M RIZAL KHALQI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here