Harga Ikan Sungai dan Tambak Naik

1478

KabarKalimantan, Banjarmasin – Hasil tangkapan ikan sungai dari nelayan dan pertenak ikan yang kurang maksimal membuat sediaan di pasaran sulit didapatkan.

Sedikitnya ikan yang dijual di pasaran tersebut pun berdampak pada harga jualnya. Secara otomatis, harga beberapa jenis ikan, seperti ikan mas, nila, patin dan juga lele mengalami kenaikan.

Dari pantauan Kabar Kalimantan, harga-harga ikan air tawar di Pasar Lama kini mulai mengalami kenaikan.

“Untuk harga ikan mas dan nila yang berkisar antara Rp 26 ribu- Rp 28 ribu perkilonya, kini naik menjadi Rp 30 ribu perkilonya. Bahkan, pasokannya pun sedikit,” kata Ibrahim, salah satu pedagang ikan di Pasar Lama, Kamis (17/1/2019).

Tak haya di Pasar Lama. Kenaikan harga ikan sungai ini juga terjadi di Pasar Teluk Dalam.

Hasnah, pedagang ikan di Pasar Teluk Dalam ini mengatakan, untuk harga ikan tambak atau sungai memang mengalami kenaikan. Harga ikan patin yang biasanya hanya berkisar antara Rp 24 ribu-Rp 25 ribu naik menjadi Rp 27 ribu-Rp 28 ribu perkilonya.

“Biasanya kami menerima 50-60 kilo perhari, saat ini kami hanya menerima 40-50 kilo saja, bahkan bisa kurang dari itu,” katanya.

Minimnya pasokan yang menyebabkan kenaikan harga ikan di pasaran itu rupanya dampak dari cuaca yang kurang bagus sehingga berdampak terhadap hasil panen.

“Hujan di kawasan Hulu cukup tinggi, sehingga arus air Sungai Martapura terlihat bening. Mungkin itu lah yang menyebabkan ikan tambak sungai kurang maksimal berkembang,” kata petani ikan tambak di Benua Anyar, Syarfawie.

Berkurangnya pasokan ikan tambak itu menyebabkan permintaan ikan sungai jenis haruan dan papayu cukup tinggi, sehingga harganya pun ikut naik.

“Biasanya harga ikan papuyu hanya Rp 30 ribu, kini naik menjadi Rp 40 ribu. Sedangkan harga ikan haruan yang biasanya dijual Rp 50 ribu naik hingga Rp 60 ribu perkilonya,” ucap Warni.

Berkati

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here