90 Persen SMPN di Banjarmasin Tengah Kekurangan Pendaftar

1272
Kepsek SMPN 26 Banjarmasin, Achmad Syarwani, berdiri. Sekolah ini tetap setia menunggu siswa pelamar di hari akhir pendaftaran PPDB Online 2019

KabarKalimantan, Banjarmasin – SMP negeri di Banjarmasin Tengah masih banyak kekurangan pendaftar, angkanya mencapai 90 persen.

Aturanmain sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang diatur melalui Peraturan Walikota (Perwali) Banjarmasin Nomor 31 Tahun 2019 ini tak begitu menguntungkan mereka.

SMP negeri 26 salah satunya yang terpapar. Saat dikunjungi di hari terakhir penerimaan, Kamis (4/7/2019), sekolah ini tampak lengang. Hanya ada beberapa kendaraan roda dua yang terparkir di halaman. Tak ada hilir mudik wali murid yang sibuk mengurus pendaftaran anaknya.

Sekolah berkelir hijau, didirikan 21 tahun lalu ini lokasinya cukup strategis. Letaknya di tengah kota, persis di pinggiran Jalan Ahmad Yani, kilometer 2,5.

Kendati berada di tengah kota, rupanya bukan jaminan bakal dapat banyak pendaftar. Buktinya, di hari terakhir penerimaan, sekolah ini baru mengantongi 76 pendaftar, dari kuota tampung 173 siswa.

“Yang dicari untuk enam rombongan belajar. Sampai saat ini kami masih banyak kekurangan,” ucap Kepala SMP negeri 26 Banjarmasin, Achmad Syarwani saat ditemui di sekolahnya.

Dari enam sekolah di Banjarmasin Tengah, SMP negeri 26 memang mengalami kekurangan pendaftar yang paling parah, dibanding dengan lima sekolah lain, yakni SMP negeri 1, 2, 6, 9, dan 10.

“Iya, seperti ini lah. Tidak ada istilah rame di sini, apalagi membludak. Datar saja. Bahkan kalau dibandingkan PPDB tahun lalu, hari kedua kuota kami sudah cukup,” keluhnya.

Menurut Syarwani, kurangnya pendaftar di sekolah mereka dikarenakan jumlah SD khususnya negeri di lingkungan mereka sangat sedikit. Mengingat, posisi mereka berada di perbatasan dengan wilayah timur.

“Ada beberapa SD di sekitar sini, cuma masuk di Banjarmasin Timur. Otomatis mereka tidak bisa daftar di tengah. Seandainya zonasi domisili kemungkinan banyak. Karena yang sekolah 9SD) di timur kebanyakan berdomisili di barat,” jelasnya.

Seperti yang terjadi pada PPDB sebelumnya yang menerapkan aturan sistem zonasi domisili. Syarwani mengaku, saat pemberlakuan aturan itu, kuota penerimaan mereka sudah terpenuhi di hari kedua pendaftaran. “Kalau tahun ini hari terakhir saja masih kurang,” imbuhnya.

Disamping itu, yang menjadi masalah bawah ternyata jumlah kelulusan SD negeri di Banjarmasin Barat lebih sedikit dari kuota yang diperlukan enam SMP negeri di sana.

Meminjam data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, bahwa jumlah siswa SD negeri di Banjarmasin Barat hanya 1.185 siswa. Sedang kebutuhan kuota pendaftar di enam SMP negeri yang ada sebanyak 1.536 siswa.

Dicocokkan dengan data dari website PPDB Online 2019, kekurangan pendaftar SMP negeri di Banjarmasin Tengah rata-rata terjadi. Hanya ada satu sekolah yang kuotanya terpenuhi. Yakni SMP negeri 1.

Dalam data website itu terpantau, hingga pukul 12.00 siang, untuk SMP negeri 1 jumlah pendaftar 357, dari kuota tampung 220. SMP negeri 2 pendaftar 187, kuota tampung 220.

Kemudian SMP negeri 6 pendaftar 230, kuota tampung 253. SMP negeri 9 pendaftar 241, kuota tampung 259, dan SMP negeri 10 pendaftar 138, kuota tampung 197.

Menanggapi terkait masih banyaknya sekolah kekurangan pendaftar ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, Pihaknya bakal mencarikan solusi dengan cara pendistribusian pendaftar, dari sekolah kelebihan ke sekolah yang kekurangan.

“Karena dalam mekanisme PPDB kali ini untuk dilakukan pergeseran sangat mungkin,” ucapnya.

Pendistribusian ini tentu tidak hanya bagi sekolah di zona yang sama. Menurut Totok andai pendistribusian di satu zona sudah dilakukan, akan tetapi masih ada kekurangan kuota pendaftar, seperti halnya kasus SMP negeri di Banjarmasin Tengah, tak menutup kemungkinan pendistribusian lintas zona bakal dilakukan.

“Kalau dalam satu zona tak memungkinan, kalau ada di zona lian ada kelebihan. Kita juga tetap boleh mendiskusikan ke situ,” bebernya.

 

Baca Juga :   Disdik Bakal Beri Kebijakan Bagi Siswa Berprestasi yang Tercecer di PPDB Online

Proses pendistribusian ini akan dilakukan pada jeda waktu antara akhir penerimaan dan pengumuman. “Jadi sekitar empat hari. Sebelum pengumuman pendistribusian itu akan dilakukan,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here