Heboh Arisan Online, Inilah Sosok si Bandar   

1211

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ratusan warga tertipu oleh seorang bandar arisan online yang bermodalkan membagi pesan promosi lewat BlackBerry Messanger (BBM) dan Instagram.

 

Pelaku piawai merayu korbannya. Duit miliaran rupiah pun cepat berpindah tangan. Namun, arisan online justru mengantar pelaku mendekam dalam penjara.

 

Salah satu korban arisan online bernama Anita. Ia tergoda iming – iming keuntungan besar, cepat dan mudah. Korban merelakan sebagian uang untuk menggandakannya kepada seorang bandar arisan.

 

Tapi keuntungan tak kunjung tiba. Sadar ditipu sang bandar arisan, Anita bersama korban lainnya datang melaporkan si bandar arisan.

 

Menerima laporan dugaan penipuan dan penggelapan bermodus airsan online, polisi lekas melacak si pelaku. “Setelah laporan masuk, kami memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti – bukti,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi saat gelar perkara di Mapolres Banjarmasin, Jum’at (14/7/2017).

 

Polisi meringkus si bandar arisan online bernama Nur Hasanah di Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sekitar pukul 01.00 wita, Kamis (13/7/2017). “Pelaku saat ini diamankan di Rutan Mapolresta Banjarmasin guna proses sidik lebih lanjut,” tuturnya.

 

Menurut Ade, modus pelaku lewat berbagi pesan melalui media sosial. “Pelaku memasang iklan lewat bbm, dengan menjanjikan keuntungan yang cepat diraih,” ungkap AKP Ade Papa Rihi.

 

Polisi turut mengamankan barang bukti 12 lembar kwitansi bukti setor, HP merek OPPO, buku tabungan BRI Simpedes beserta ATM, buku tabungan BNI Taplus dan ATM, buku tabungan BCA dan kartu ATMnya, 10 kwitansi, buku catatan nama nasabah, sebuah sepeda motor Honda Scoopy, dan Sepeda Motor Suzuki GSX-R150 RFX.

 

sedikitnya ada 100 orang korban dengan total kerugian mencapai Rp 3 Miliar. “Kemungkinan masih ada korban lainnya,” jelasnya.

 

Adapun Nur Hasanah mengaku telah mengembalikan sebagian uang nasabah beserta keuntungan yang ia janjikan. Namun ada beberapa nasabah yang tidak puas atas keuntungan itu. “Sudah dapat untung malah minta lebih,” ujar Nur Hasanah terdengar kesal.

 

Reporter: Eddy Khairuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here