Heboh, Warga Banjarmasin Resah Buku Bacaan Terorisme 

371

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sebagian warga Kota Banjarmasin mulai resah atas peredaran buku-buku pelajaran sekolah dasar yang memuat terorisme. KabarKalimantan menerima salinan gambar sejumlah buku bacaan tentang terorisme yang beredar di toko buku.

Pada bagian sampul depan buku bacaan setingkat SD itu, tertulis “Anak Islam Bukan Teroris” dan bagian belakang buku tertulis “Aku Belajar Agama Untuk Menjadi Anak Saleh Bukan Menjadi Seorang Teroris”. Buku terbitan ADZ – DZAHBI ini seolah-olah mengingatkan bahaya paham terorisme melalui tulisan isi buku.

Sampul buku berkonten teroris ini ditemukan oleh seorang warga yang kebetulan membeli buku secara acak. Ia semula tak mengetahui ada buku tulisan teroris itu. “Kemarin saya beli buku satu pack, dan tidak tahu ada buku dengan tulisan kalimat itu,” ujar Mardiana kepada KabarKalimantan, Rabu malam (2/8/2017).

Mardiana resah melihat sampul buku terorisme karena anaknya masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar. Sebab, kata dia, bocah seusia sekolah dasar belum layak membaca isu-isu terorisme.

“Saya hawatir anak saya mengenal hal itu terlalu dini,” ujar Mardiana.

Dimintai tanggapan atas buku bacaan terorisme itu, Dosen Psikologi FK Universitas Lambung Mangkurat, Rika Vira mengatakan buku bacaan berkonten terorisme belum pantas dikenalkan kepada anak-anak usia dini. “Hal demikian tentu akan menimbulkan pertanyaan dalam benak anak,” jelasnya.

Menurut Rika, pemahaman tentang terorisme tidak tepat dikenalkan kepada anak-anak karena justru memicu pertanyaan lain dalam benak si anak. Buku berlatar terorisme membuka peluang menjadi alat indoktrinasi di benak anak-anak.

“Memahami arti terorisme dan radikalisme perlu pemikiran yang cukup dewasa, dan apabila hal tersebut mulai dicerna anak dalam otaknya kemungkinan besar akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak,” ujar Rika Vira.

Rika mengimbau para orangtua lebih jeli dan selektif memilih buku bacaan untuk anak-anak usia dini. Sebab, Rika melanjutkan, masa anak-anak punya keingintahuan yang sangat besar. Bagi para orangtua yang anaknya terlanjur tahu soal terorisme, Rika menyarankan mesti menjelaskan runtut tanpa doktrinisasi yang menimbulkan kebencian dalam diri anak.

 

Eddy Khairuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here