Sel. Jan 19th, 2021

Herman Bongkar “Bobrok” APBD Banjarmasin 2017

2 min read

BANJARMASIN, KK – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah membuka “bobrok” penyusunan APBD 2017, Rabu (18/1/2017). Menurutnya terjadi ketimpangan, sebab pos belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung.

Herman khawatir, jika ini dibiarkan berlarut-larut maka pemerintahan yang bangkrut akan terjadi di kota yang berjuluk kota seribu sungai tersebut.

Anggaran belanja tidak langsung adalah anggaran yang digunakan untuk operasional pemerintahan seperti gaji pegawai, tunjangan dan perjalanan dinas. Nah anggarannya ternyata lebih besar ketimbang anggaran belanja langsung yang diperuntukkan untuk masyarakat Banjarmasin.

“Belanja tidak langsung sebesar 53 persen, sedangkan belanja langsung yang digunakan untuk kepentingan rakyat hanya 47 persen,” cetusnya kepada Kabar Kalimantan, usai memberikan arahan dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2016 dan Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2017, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin.

Menurut mantan anggota DPRD Kalsel ini, anggaran untuk kepentingan masyarakat akan mengalami penurunan di 2017 jika porsi pembagian anggaran tetap seperti itu. Padahal, kata dia, idealnya untuk pembagian alokasi dana tersebut paling tidak sama rata.

“Ini berbahaya. Jika anggaran belanja tidak langsung naik terus maka pemerintahan itu boleh dikatakan bangkrut,” ucapnya.

Ia pun berencana memberi intruksi kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat rancangan rencana kegiatan yang memiliki skala prioritas, serta hemat biaya untuk tahun ini.

Agar dapat mendongkrak pemasukan dari dana perimbangan yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Ia menghendaki, program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat lebih diutamakan dan harus direalisasikan. Jangan sampai program yang dibuat OPD nantinya banyak yang tidak begitu penting.

“Kita minta sekala prioritas, agar fokus. biar satu atau dua, tapi benar-benar dirasakan rakyat. Jangan membuat program banyak tapi tidak dirasakan,” tegasnya. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.