Sab. Sep 19th, 2020

​Hermansyah Ancam Gugat Pemkot ke Pengadilan

2 min read

BANJARMASIN, KK- Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah mengancam akan menggugat Pemerintah Kota (Pemkot) ke pengadilan jika uang sewa rumah dinas yang menjadi haknya, tidak dibayar sebelum habis Desember 2016.

 

“Bagaimana penyelesaiannya, padahal sudah dianggarkan tanggal 15 Oktober. Kalau sampai 31 Desember 2016 tidak selesai juga, berarti lewat. Kalau sampai ini lewat hingga APBD murni 2017 nanti, bagaimana tanggung jawab Pemkot. Sebagai pejabat negara pasti kita gugat ke pengadilan, jika itu tidak diselesaikan. Karena kewajiban pemerintah untuk menganggarkan. Ini berbicara bukan sebagai Herman, tapi sebagai pejabat negara,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (27/12/2016).

 

Dikatakannya, Ruko di Belitung Darat yang saat ini digunakan sebagai ruang tamu untuk kedinasannya, sebenarnya dibuat untuk membikin usaha. Berhubung rumah dinas Wawali yang saat ini ditempati Wali Kota di Dharma Praja masih belum bisa ditempatinya, maka ruko itu pun dikorbankan. “Ruko yang kita bikin itu sebenarnya untuk bikin usaha,” ungkapnya.

 

 Selain itu, kendati semua fasilitas negara yang sempat dikembalikan Hermansyah beberapa hari yang lalu telah diserahkan kembali kepadanya oleh Sekretaris Daerah (Sekdako) hari Minggu lalu, akan tetapi hingga hari ini Hermansyah masih tampak enggan menggunakannya.

 

Pasalnya, hari ini saja saat masuk kerja, ia lebih memilih naik motor pribadinya dengan nomor polisi DA 3996 SI, dibandingkan menggunakan mobil dinas untuk berangkat bekerja dari kediamannya di Belitung Darat ke Balai Kota.

 

Bahkan yang menariknya lagi, di dalam ruangan kerjanya pun di taruh alas duduk berupa (tikar purun) untuk menerima tamu, meski sebenarnya sofa yang Jumat lalu dikeluarkan, kembali ada di ruangan tersebut.

 

“Sementara duduk di bawah dulu. Terserah masyarakat bilang apa. Saya hanya ingin memberi contoh yang baik,” ungkapnya. 

 

Camat Banjarmasin Utara, Apilludin yang datang untuk menemui Wawali juga harus duduk lesehan beralas tikar tersebut. Termasuk juga beberapa wartawan yang datang untuk melihat pun dipersilahkan untuk duduk di sana.

 

Saat dimintai keterangan oleh wartawan mengenai tindakannya itu. Ia berkata tidak akan mempergunakan fasilitas negara, hingga pemeriksaan dari inspektorat selesai. Itu karena Hermansyah tidak ingin jika digunakan sekarang akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

 

“Sebelum semua pemeriksaan beres, saya tidak akan menggunakan mobil dinas dan lainnya. Ini tidak hanya menyangkut rumah dinas saja, namun estetika dalam menerima pejabat negara,” imbuhnya. bur/ara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.