Hery Sasmita Kena Sumpah Serapah Warganet

2877

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kasus pemukulan yang dilakukan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Barito Kuala Hery Sasmita viral di media sosial.

Tak ayal sumpah serapah warganet pun tertuju pada pejabat yang kabarnya merupakan orang dekat Bupati Batola Hj Noormiliyani AS SH.

Terlebih, kakek penjaga Kubah Datu Abdussamad, Marabahan, H Jaunuri yang merupakan korban pemukulan kabarnya merupakan keturunan langsung dari Datu Kelampaian Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary. Silsilahnya, Jainuri bin Istuchri Bey BIN Alimul Fadhil Qahdi H Basiyuni bin Alimul Fadhil Abu Tholhah bin Alimul Fadhil Qadhi H Abdussamad (Datu Marabahan) bin Alimul Fadhil Mufti Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary.

Merasa pria yang menjadi keturunan para wali diperlakukan semena-mena oleh Kabag Humas dan Protokol Batola, warganet pun sontak bereaksi keras.

Judul disertai berita dengan judul “Terpelajar tapi kurang ajar” menghiasi laman facebook Balimau Rasap. Postingan akun facebook Balimau Rasap ini pun mengundang ribuan komentar warganet.

Baca Juga :   Kabag Humpro Batola Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka

Hingga Jumat (20/7), pukul 17.15 Wita, postingan mengenai pemberitaan pemukulan yang dilakukan Hery Sasmita ini dikomentari 1086 warganet dan telah dibagikan 520 kali.

Sejumlah komentar dengan nada kecewa tinggi bermunculan. Seperti akun facebook atas nama Muhammad Saleh yang menuliskan “Berilmu tapi kada berakhlak NOL”. Kemudian, cuitan Haji Diannur Ranissa yang menuliskan “Biadab sekali sebagai pejabat tak berperikemanusiaan ‘ moga Polres Marabahan memproses hukum dgn seadil-adilnya. Kalau perlu penjarakan biar sebagai contoh pejabat tak beradab dgn rakyat”.

Riedha Akhmad Mudahan Polres Marabahan Profesional dalam menangi tindak pidana oleh pejabat thd rakyat jelata ….

Tak hanya itu, tuntutan agar Hery Sasmita dipecat dari jabatannya selaku Kabag Humas dan Protokol Batola juga disuarakan. Akun facebook Budi Laatakhaf menuliskan “Pecat langsung Kabag Humas Pemkab Batola, tidak mencerminkan nilai kemanusiaan”.

Baca Juga :   Warga Batola Antusias Nontong Bareng Film G 30 S/PKI

Seperti diketahui kasus pemukulan yang dilakukan Hery Sasmita dilakukan pada Kamis (19/7) sekitar pukul 08.30 Wita. Saat itu, H Jainuri sedang melakukan rutinitasnya membersihkan dan menjaga areal makam.

Kemudian, Hery Sasmita datang memasuki areal makam tanpa melepas sepatu. Padahal, peraturan di areal tersebut terang-terangan pengunjung tak diperkenankan memakai alas kakinya.

“Menurut suami saya, saat itu melihat Hery masuk menggunakan sepatu ke dalam. Suami saya pun menegurnya. Bukannya melepas sepatu, Hery malah memukul suami saya dan mengenai pelipis kanannya hingga berdarah,” terang Istri Jainuri.

Sembari memukul, lanjut Mislawati, Hery yang bertindak layaknya seorang jagoan juga mengucapkan kata-kata dengan nada tinggi. “Kada tahu kah ikam siapa aku di Marabahan nih,” ucap Mislawati menirukan ucapan Hery.

Suhaimi Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here